text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Jumat, 25 Maret 2011

MEMANFAATKAN ILMU YANG SEDIKIT

“Janganlah engkau berlama-lama dalam menuntut ilmu jika engkau tidak akan mengamalkannya.”       Ali Khawwash

Ilmu adalah amanat dari Allah yang wajib dipenuhi haknya, yaitu di amalkan. Jika seseorang memberikan ilmu kepada orang yang tidak mengamalkannya, berarti dia telah menyia-nyiakan hak ilmu tersebut.

Ilmu adalah alat untuk mencapai tujuan. Karena itu, jika engkau mengambil alat tanpa memakainya, alangkah dungunya dirimu. Belajar bukan sekedar mencari pengetahuan, melainkan berusaha untuk mengamalkannya.

Hindarilah kemunafikan, yaitu ilmu yang banyak dengan amal sedikit. Ciri orang yang terbebas dari kemunafikan adalah amalnya banyak ibarat gunung dan ilmunya ibarat tumpukan pasir yang sedikit.

Al Ghazali berkata,”jika usiamu sudah lanjut, fokuskan perhatianmu untuk belajar ilmu tentang hati. Memang, engkau perlu mendalami ilmu kalam, filsafat dan fiqih. Namun, jadikanlah sisa umurmu untuk merenungi keadaan batinmu. Janganlah engkau menghabiskan masa tuamu dalam perdebatan fiqih. Sebab, perdebatan itu hanya membawa dirimu berkeras hati, dengki, dan bersaing tidak sehat.” Disamping itu Ibn Al Mubarak memberikan petuah,”Setiap ilmu yang engkau dapat haruslah mempraktekkannya saat itu juga. Jika kamu tahu keutamaan berbuat baik, saat itu juga engkau harus berbuat baik kepada orang lain. Jika engkau mendapatkan ilmu tentang bertobat, bertobatlah saat itu juga. Yakinlah, ilmu yang engkau dapat tersebut tidak akan pernah terlupakan dan hilang dari ingatanmu.”. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana bila ilmu yang didapat tidak diamalkan?. Pastilah, menjadi penumpukan beban bagi dirimu. Ilmu yang tidak diamalkan itu hanya menambah beban hisabmu di akhirat kelak.”

Ilustrasi; zaman sekarang teman-teman kita sesama muslim banyak yang berilmu dan gemar berdebat, sayang nya ilmu tersebut tidak diamalkan maka muncullah kemunafikan, kejahatan intelektual, kejahatan sosial dll. Jika kita mau bangkit dan ingin mendapatkan Rahmat Allah mulai sekarang kita coba mengamalkan Al Quran dan As Sunnah. Bila kita menemukan dalil tentang keutamaan tobat lakukanlah taubat tersebut, ketika Nabi Saw yang maksum mencontohkan ” tidak kurang dari 100 kali dalam sehari” beristghfar (Hr. Bukhari) kenapa kita biarkan lewat begitu saja. Rasulullah hampir setiap malam bagun dan bershalat tahajud padahal beliau sudah dijamin masuk surga, kita yang penuh dengan dosa dan salah tak mengunakan kesempatan ini padahal shalat tahajud merupakan kebiasan para nabi-nabi dan orang-orang shaleh. Salah satu kunci untuk mendapatkan Rahmat Allah ialah mengamalkan apa yang difirmankan Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasul-NYA dan dikerjakan lillahi ta’ala. Semoga Allah membukakan hati kita dan memberikan cahayaNYA. Amin ya Rabbal’alamin.
Read More...

Selasa, 22 Maret 2011

RIDHA ATAS KETETAPAN ALLAH

“ Wahai nafsu (jiwa) yang tenang(suci), kembalilah engkau kepada Tuhanmu dengan hati ridha dan di ridhai-Nya.” (QS Al Fajr[89] : 27 -28)

Aku ridha Allah sebagai Tuhanku.
Aku ridha Islam sebagai Agamaku.
Aku ridha Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.
Ikrar Ini Populer dikalangan Sufi.

Apabila kita ridha menerima keputusan Allah maka akan menentramkan dan meringankan hati kita dalam menjalini kehidupan. Dan, orang yang memiliki keridhaan dalam hatinya tidak akan banyak mengeluh.

Seseorang bertanya kepada Rabiah Al-Adawiyyah,”Bagaimana jika Allah memasukkan dirimu kedalam neraka?, Apakah engkau akan menerima atau menolaknya?.” Rabiah menjawab,”Aku lebih suka masuk kedalam neraka jika di dalamnya aku mendapat ridha Allah. Dan Aku akan menolak dimasukkan kedalam surga jika di dalamnya aku tidak mendapat ridha Allah Swt.”

Abu Madain berkata,” Tanda-tanda orang yang mendekati su’ulkhatimah (buruk akhir hayatnya) adalah ia tidak dapat bersabar dan ridha terhadap musibah yang menimpa dirinya. Ketaksabaran dan ketakridhaan dari musibah yang menimpa dirinya akan mendorongnya pada kekufuran. Orang yang tidak diberi anugrah ridha akan banyak mengeluh, resah, dan berangan-angan.”

Ibrahim Al taimi mengingatkan, Sebuah musibah akan menjadi kifarat dosa seseorang jika ia menghadapinya dengan sikap sabar dan ridha. Sedangkan, jika ia menghadapinya dengan sikap gelisah dan keluh kesah, ia hanya akan menambah beban dosa.
Munajadku ya Robb , Ilahi anta ma’suudi wa ridhaqah ma’lubi. Ya Allah engkaulah yang aku tuju dan ridha MU yang aku harapkan.amin.
Read More...

Rabu, 09 Februari 2011

Tobat dan Menyesali Diri

“Di antara ketulusan tobat adalah menyesali
diri dan berusaha untuk melakukan amal saleh
sebanyak-banyaknya.”
                                                 Al Muhasibi

Ada lima hal Iblis terusir dari surga selama-lamanya yaitu :
1. Tidak mau Mengakui dosa-dosanya.
2. Tidak menyesalinya.
3. Tidak mencela dirinya karena dosa
4. Tidak cepat-cepat bertobat.
5. Berputus asa dari Rahmat Allah.

Sebaliknya lima hal yang membuat Adam mendapat ampunan Allah yaitu :
1. Mengakui dosa.
2. Menyesalinya.
3. Mencela dirinya karena dosa.
4. Cepat-cepat bertobat,
5. Tidak berputus asa dari Rahmat Allah.

Saat engkau mulai bertobat dan menyesali diri maka perbanyak istighfar kepada Allah Swt. Yakinlah, dari sekian banyak istighfar yang engkau panjatkan insya Allah ada sekali atau beberapa yang diterimaNYA, karena Allah Swt. Maha Mendengar, Maha Pengampun. Mari kita renungkan dan amalkan nasehat singkat ini. Semoga Allah me-Ridhoi kita. Amin.
Read More...

Selasa, 11 Januari 2011

PENGALAMAN MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA ALAMI

Suatu ketika sahabatku di rawat di rumah sakit, nampaknya sakit beliau ada hubungannya dengan berat badan akibat mengkomsumsi makanan yang berlebihan, aktifitas olahraga yang kurang dan faktor stress menurut analisa beliau, ingat bukan analisa dokter.

Waktu dirawat, menu yang disajikan oleh ahli gizi terdiri dari nasi putih, sayur bening, tempe/tahu pepes ,ikan dan Ayam. Menunya tak ada yang di goreng. Beliau kaget , namun dia tetap menyantapnya dengan senang hati. Perlu anda ketahui saudaraku ini senangnya, gulai ikan atau daging dimasak dengan santan, sop iga, gorengan dll. Dengan menu yang seadanya kurang lebih lima hari terasa nyaman dibadan. Setelah sampai dirumah, saudaraku memutuskan untuk menjaga menu yang sederhana tersebut. Apakah semudah itu, jawabnya tentu tidak. Disinilah perlu perjuangan dan pengorbanan.

Sahabatku memulai perjuangan dengan mengingat apa yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. Yaitu ” Berhenti makan sebelum kenyang” kemudian diikuti dengan niat dan tekad harus lebih sehat dan proposional lahir dan batin. Selanjutnya faktor motivasi juga harus di tancapkan.

Berbekal contoh dari panutan beliau, niat, tekad dan motivasi dengan ucapan Bismillah mulailah dilakukan ”kontrol menu” istilah saudaraku tadi. Apapun boleh dimakan namun tidak boleh berlebihan, mau tahu caranya :

1. ketika akan makan jangan lupa niat, tekad, motivasi dan contoh dari panutan.
2. Mengurangi komsumsi makanan pokok secara perlahan, Kalau biasanya nasi 1 pirng dengan tambu maka sekarang 1 piring tanpa nambah. Kira-kira 1 minggu kurangi lagi menjadi ¾ piring sampai kebatas minimal yang kita inginkan.
3. Gulai , untuk permulaan start hindari gulai santan atau yang banyak lemaknya. Kalau bisa dengan cara bakaran, pepes, atau bening. Disinilah perjuangannya.
Lauk-pauk yang dikonsumsi 1 potang sedang ,paling banyak 2 potong.
Bila sudah didapat target yang dinginkan maka bisa saja makan rendang satu potang sedikit bumbu demikian juga satu potong gulai sedikit kuah.
4. Batasi memakan gorengan. Catatan hampir semua menu diindonesia tidak lepas dari minyak goreng. Oleh sebab itu bangkitkan motivasi untuk mengontrolnya.
5. Konsumsi sayur bening atau lalapan untuk penyeimbang.
6. Selingan jam 10 pagi dan 4 sore dengan buah-buahan yang sederhana saja.

Dengan cara di atas, selama enam bulan berat badan saudaraku turun samapi 16 kg dan setelah bulan puasa turun lagi 3 kg. Sayang setelah lebaran dengan sedikit perobahan pola makan maklum ada lontong, kue lebaran menjelang idul adha naik 2 kg. Kalau sudah begini kembali ingat point pertama. Itulah key-nya. Selamat mencoba.
Read More...

Rabu, 29 Desember 2010

BERJUANG MENUJU RAHMAT ALLAH

Apa yang di contohkan oleh Rasulullah Saw diikuti oleh para sahabat, tabiin terus ulama dan akhirnya sampai kepada kita untuk menirunya, asalkan sesuai dengan Al-quran dan Hadist. Sesuatu yang baik apa bila ditiru tentu akan membawah berkah di dunia dan akhirat asalkan kita kerjakan lillahi ta’ala. Kebiasaan para shalihin ialah gemar belajar dan senang mengamalkan tuntunan tersebut. Buah dari usaha tersebut ialah cahaya ilahi yang memancar dalam bentuk kesalehan, ketaatan, akhlak yang terpuji dan tawadhu’. Ternyata semua yang mereka dapatkan itu melalui usaha dan kerja keras mereka,lillahi ta’ala. Rasulullah Saw saja yang sudah di jamin masuk surga, sampai bengkak kakinya karena melaksanakan shalat malam demi cintanya pada Allah Swt. Sebelum Rasulullah Saw wafat, dalam kondisi sakitpun beliau tetap ke masjid menjadi imam bagi para sahabatnya. Sebelum tanggung jawab imam di serahkan pada sahabat Abu Bakar.

Bagaimana dengan kita ? Tentu harus berusaha dan berjuang. Kemalasan, ketidak tahuan, godaan dan nafsu senantiasa menyerang ego kita. Serangan bisa datang dari dalam diri atau dari luar alias lingkungan.
Bagi kita yang sudah menegakkan shalat ,baca Quran dan tahu sedikit tentang hadist maka tantangannya ialah bagaimana mengamalkan kebiasaan-kebiasan para shalihin di atas. Kita harus bisa melawan godaan setan yang terkutuk dan memotivasi diri dengan mengenang Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ( aku ini berasal dari Allah dan akan kembali pada NYA ). Mudah mudahan dengan usaha dan perjuangan kita pintu hidayah semakin terbuka lebar dan Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan kita , diterima taubat kita sehingga Allah ridho dengan amalan kita dan Allah yang Maha Kuasa melimpahkan Rahmat NYA. Amin.
Dengan beberapa dalil yang ditulis disini kita mulai amalan kita dari :

WUDHU

Berdasarkan dalil Al-quran berikut ini, agar wudhu kita sempurna maka harus di usahakan mengerjakan wudhu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tatacara yang telah ditentukan . Kita harus menyadari bahwa wudhu merupakan proses ibadah yang disiapkan untuk membersihkan lahir dan batin ( jiwa) agar mampu melakukan kesambungan komunikasi degan Allah yang Maha Suci. Sehingga dapat memancarkan cahaya dari keheningan hati.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang terus menerus bertaubat kepada Allah dan mencintai orang-orang yang terus-menerus menyucikan dirinya . (QS Al-Baqarah 2:222).

Dan dari Umar ra sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Barang siapa berwudhu dan ia membaikan wudhunya, niscaya dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya bahkan akan keluar pula dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

Siapa yang berwudhu dengan sebaik-baiknya, Kemudian dia shalat sunnat wudhu dua rakaat dengan khusuk, maka Allah mengampuni segala dosa-nya yang telah lalu (HR. Bukhari – Muslim )

SHALAT MALAM / TAHAJUD

Shalat Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang shaleh. Di dalam tahajud banyak sekali manfaat dan hikmah yang kita dapat. Di saat manusia tidur ada hamba Allah yang datang berkomunikasi dan munajad dengan khusuk, berdialog dengan Allah dan tidak ada manusia yang tahu apa yang dia sampaikan pada Tuhannya. Sehingga jauh dari ria, ujub dan sombong. Agar shalat lebih khusuk mari kita mulai memaknai setiap bacaan yang kita baca dan shalatlah dengan tu’maninah.

Berikut dalil-dalinya :

Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong kamu, sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk, yaitu orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan kembali kepada Allah. ( QS. Al-Baqarah 2 : 45 – 46 )

Bertahajudlah kamu pada sebagian malam hari sebagai suatu ibadah tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Allah mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al- Isra 79 )

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw :
“ Shalat yang manakah yang paling utama setelah wajib? Rasulullah saw menjawab, Shalat Tahajud.” ( HR. Muslim )

Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal / menyingkirkan penyakit dari badan kamu (HR Tirmizi , Muslim ).

Allah Swt menghadapi orang yang sedang shalat selama ia tidak berpaling .
(HR. Abu daud, Nasa’i al hakim dari Abu Dzar dengan sanad sahih)

ISTIGHFAR

Istighfar , di artikan memohon ampun kepada Allah SWT. Wujud Istighfar itu adalah ucaapan : Astaghfirullah-al’azhim. saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Bila kita minta ampun pada Allah dengan sungguh-sungguh dan diikuti taubatan nasuha, Insya Allah, Allah akan mengampuni dan menerima taubat kita.
Kekuatan istghfar :
a. Membangkit Energi positif dan meredam energi negatif
b. Istighfar dapat menghapus Dosa
c. Istighfar dapat mengusir Setan
d. Istighfar dapat menghilangkan Kesulitan
e. Istighfar merupakan ibadah utama dan dapat menghilangkan Kesempitan
f. Istighfar dapat mendatangkan ketenagan dan kebahagiaan
g. Istighfar dapat mendatangkan Rezeki
h. Istighfar mampu menahan AzabAllah
Al-Quran memfirmankan :
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS. Huud: 52)

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang
(QS. An-Nisa’ : 110 )

Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186).

Barang siapa membiasakan istghfar maka Allah menjadikan jalan keluar dari segala kesulitannya, memberi kemudahan dari segala kesusahannya dan melapangkan rezeki yang tidak ia duga.
(HR. Abu daud)

Rasulullah mohon ampun 70 kali setiap hari ( HR. Bukhari)

Rasulullah mohon ampun 100 kali setiap hari(HR.Bukhari & Muslim)

DOA DAN ZIKIR

Dengan dzikir, seseorang pada hakekatnya sedang berhubungan dengan Allah. Dzikir juga merupakan makanan pokok bagi hati setiap mu'min, yang jika dilupakan maka hati insan akan berubah menjadi kuburan.
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang." (QS 13:28)
"Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kamu pada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku." (Al-Fajr, 27-30)

DOA
“Dan Rabb-mu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al Mu’min :60)“
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS.Al Baqarah:186)“
Do’a adalah ibadah, Rabb kalian berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan memperkenankan bagimu.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah)“
Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang didalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga kemungkinan; (yaitu) dikabulkan segera doanya itu, atu Dia akan menyimpan baginya di akhirat kelak, atau Dia akan menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabatpun berkata: “Kalau begitu kita memperbanyaknya.” Beliau bersabda: “Allah lebih banyak (memberikan pahala).” (HR. Ahmad, Bukhari dalam Adabul Mufrad, Al Hakim dan at Tirmidzi. Di Shahihkan oleh Syaikh al Albani).

PUASA SUNNAH
PUASA SENIN - KAMIS
HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim )
Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:
“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim)
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR.Tirmidzi,an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,
“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)
Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,
“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)

“Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)
Berlanjut.....
Read More...

Selasa, 14 Desember 2010

A T U B E L A H ( Cerita Rakyat Gayo - Aceh )


     Dahulu kala di desa Penurun, tanah Gayo, hiduplah suatu keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan dua orang anaknya. Usia anak yang tertua kira-kira 7 tahun, sedang adiknya masih menyusui.
     Kehidupan keluarga itu sangat miskin. Sang ayah mata pencariannya adalah petani. Pada waktu senggang, setelah mengerjakan sawahnya dia selalu berburu kehutan. Disamping itu dia banyak menagngkap belalang di sawah untuk di jadikan makanan. Di saat berburu dia tidak berhasil memperoleh hasil buruannya. Ditangkapnya belalang-belalang  sedikit demi sedikit yang kemudian di massukkan kedalam lumbung padi yang kebetulan kosong karena musim paceklik.
     Suatu hari sang ayah pergi berburu ke hutan, saat itu memang sedang  musim paceklik. Sementara di rumah tinggallah istri dan ke dua anaknya.
     Ketika saat makan tiba, anaknya yang besar merajuk karena tidak ada ikan sebagai lauk nasinya, juga tidak tersedia lauk-pauk lainnya di rumah itu.  Anak itu terus merengek-rengek membuat sang ibu menjadi sedih hatinya. Akhirnya ia memerintahkan agar anaknya mengambil sendiri belalang yang ada di dalam lumbung.
     Kemudian pergilah si anak ke lumbung dengan hati gembira untuk mengambil beberapa ekor belalang. Saat ia membuka pintu lumbung kurang hati-hati, membiarkan pintu lumbung tetap terbuka. Hal itu menyebabkan semua belalang yang ada di dalam lumbung terbang ke luar.
     Si ibu menjadi terkejut dan sedih melihat kejadian itu. Ia tak dapat membayangkan betapa akan marah besar suaminya nanti, karena kita tahu belang-belang itu dia kumpulkan dengan susah payah.
     Ketika sang ayah pulang dari berburu, dia kelihatan amat kesal dan lelah karena seharian berburu tak mendapatkan seekorpun dari buruannya. Kekesalan dan kekecewaannya itu berubah menjadi kemarahan ketika istrinya mengatakan bahwa semua belalang yang ada di lumbung lepas terbang.
     Kemarahan sang ayah memuncak manakala diingatnya betapa lama dia mengumpulkan belalang-belalang itu. Kini semuanya lenyap karena keteledoran istri dan anaknya. Dalam keadaan lupa diri sang ayah memukuli istrinya sampai babak belur dan menyeretnya ke luar rumah.
     Dalam keputusasaannya dan menyesali perbuatan suaminya yang begitu ringan tangan, si ibu meninggalkan rumah sambil merintih kesakitan. Tujuannya ia ingin ke “ATU BELAH”, yang selalu menelan siapa saja yang ingin ditelannya. Keinginan untuk ditelan  Atu Belah itu dapat terkabul jika seseorang itu menjangin, yaitu mengucapkan kata-kata sambil bernyanyi dalam bahasa Gayo.
     Sementara si ibu yang hendak menuju Atu Belah, kedua anaknya terus mengikuti dari kejauhan sambil menangis. Sang kakak menggendong adiknya yang masih kecil.
     Sesampai di depan Atu Belah, si ibu yang malang itu menyanyikan kata-kata bahasa gayo itu berkali-kali dengan lembut. “ atu Belah, atu bertangkup nge sawah pejaying te masa dahulu.” Artinya : Batu belah, batu bertangkup, sudah tiba janji kita masa lalu.
    Perlahan-lahan batu di depan perempuaan itu terbuka. Tanpa ragu-ragu lagi ibu yang putus asa itu masuk ke dalam mulut batu yang menganga lebar. Sedikit demi sedikit tubh perempuaan itu ditelan Atu Belah.
    Pada saat kedua kakak beradik itu tiba didepan Atu Belah, suasana alam di sekitar tempat itu menjadi berubah. Hujan  tiba- tiba turun dengan lebatnya yang disertai dengan angin ribut. Bumi terasa bergetar, seakan menyaksikan Atu Belah menelan manusia.
     Beberapa saat kemudian semuanya reda. Dengan hati hancur ke dua kakak beradik itu hanya dapat melihat rambut ibunya yang tak tertelan Atu Belah. Kemudian anak yang tua mencaput tujuh helai rambut ibunya untuk dijadikan jimat pelindung mereka berdua.
     Cerita rakyat ini dianggap oleh masyarakat Gayo benar-benar pernah terjadi didaerah mereka. Peninggalan yang ber kaitan dengan cerita ini adalah sebuah batu besar yang terletak kira-kira 35 km dari kota Takengon di Gayo.
     Cerita rakyat ini menarik, bukan karena dianggap benar-benar pernah terjadi, tetapi karena pesan-pesan yang terkandung dalam inti cerita tersebut, yaitu kita harus dapat menahan diri dan waspada. Sebab, perbuatan yang teledor akan dapat mencelakakan orang lain dan kita sendiri.
Read More...