text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Rabu, 29 Desember 2010

BERJUANG MENUJU RAHMAT ALLAH

Apa yang di contohkan oleh Rasulullah Saw diikuti oleh para sahabat, tabiin terus ulama dan akhirnya sampai kepada kita untuk menirunya, asalkan sesuai dengan Al-quran dan Hadist. Sesuatu yang baik apa bila ditiru tentu akan membawah berkah di dunia dan akhirat asalkan kita kerjakan lillahi ta’ala. Kebiasaan para shalihin ialah gemar belajar dan senang mengamalkan tuntunan tersebut. Buah dari usaha tersebut ialah cahaya ilahi yang memancar dalam bentuk kesalehan, ketaatan, akhlak yang terpuji dan tawadhu’. Ternyata semua yang mereka dapatkan itu melalui usaha dan kerja keras mereka,lillahi ta’ala. Rasulullah Saw saja yang sudah di jamin masuk surga, sampai bengkak kakinya karena melaksanakan shalat malam demi cintanya pada Allah Swt. Sebelum Rasulullah Saw wafat, dalam kondisi sakitpun beliau tetap ke masjid menjadi imam bagi para sahabatnya. Sebelum tanggung jawab imam di serahkan pada sahabat Abu Bakar.

Bagaimana dengan kita ? Tentu harus berusaha dan berjuang. Kemalasan, ketidak tahuan, godaan dan nafsu senantiasa menyerang ego kita. Serangan bisa datang dari dalam diri atau dari luar alias lingkungan.
Bagi kita yang sudah menegakkan shalat ,baca Quran dan tahu sedikit tentang hadist maka tantangannya ialah bagaimana mengamalkan kebiasaan-kebiasan para shalihin di atas. Kita harus bisa melawan godaan setan yang terkutuk dan memotivasi diri dengan mengenang Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ( aku ini berasal dari Allah dan akan kembali pada NYA ). Mudah mudahan dengan usaha dan perjuangan kita pintu hidayah semakin terbuka lebar dan Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan kita , diterima taubat kita sehingga Allah ridho dengan amalan kita dan Allah yang Maha Kuasa melimpahkan Rahmat NYA. Amin.
Dengan beberapa dalil yang ditulis disini kita mulai amalan kita dari :

WUDHU

Berdasarkan dalil Al-quran berikut ini, agar wudhu kita sempurna maka harus di usahakan mengerjakan wudhu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tatacara yang telah ditentukan . Kita harus menyadari bahwa wudhu merupakan proses ibadah yang disiapkan untuk membersihkan lahir dan batin ( jiwa) agar mampu melakukan kesambungan komunikasi degan Allah yang Maha Suci. Sehingga dapat memancarkan cahaya dari keheningan hati.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang terus menerus bertaubat kepada Allah dan mencintai orang-orang yang terus-menerus menyucikan dirinya . (QS Al-Baqarah 2:222).

Dan dari Umar ra sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Barang siapa berwudhu dan ia membaikan wudhunya, niscaya dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya bahkan akan keluar pula dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

Siapa yang berwudhu dengan sebaik-baiknya, Kemudian dia shalat sunnat wudhu dua rakaat dengan khusuk, maka Allah mengampuni segala dosa-nya yang telah lalu (HR. Bukhari – Muslim )

SHALAT MALAM / TAHAJUD

Shalat Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang shaleh. Di dalam tahajud banyak sekali manfaat dan hikmah yang kita dapat. Di saat manusia tidur ada hamba Allah yang datang berkomunikasi dan munajad dengan khusuk, berdialog dengan Allah dan tidak ada manusia yang tahu apa yang dia sampaikan pada Tuhannya. Sehingga jauh dari ria, ujub dan sombong. Agar shalat lebih khusuk mari kita mulai memaknai setiap bacaan yang kita baca dan shalatlah dengan tu’maninah.

Berikut dalil-dalinya :

Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong kamu, sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk, yaitu orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan kembali kepada Allah. ( QS. Al-Baqarah 2 : 45 – 46 )

Bertahajudlah kamu pada sebagian malam hari sebagai suatu ibadah tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Allah mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al- Isra 79 )

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw :
“ Shalat yang manakah yang paling utama setelah wajib? Rasulullah saw menjawab, Shalat Tahajud.” ( HR. Muslim )

Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal / menyingkirkan penyakit dari badan kamu (HR Tirmizi , Muslim ).

Allah Swt menghadapi orang yang sedang shalat selama ia tidak berpaling .
(HR. Abu daud, Nasa’i al hakim dari Abu Dzar dengan sanad sahih)

ISTIGHFAR

Istighfar , di artikan memohon ampun kepada Allah SWT. Wujud Istighfar itu adalah ucaapan : Astaghfirullah-al’azhim. saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Bila kita minta ampun pada Allah dengan sungguh-sungguh dan diikuti taubatan nasuha, Insya Allah, Allah akan mengampuni dan menerima taubat kita.
Kekuatan istghfar :
a. Membangkit Energi positif dan meredam energi negatif
b. Istighfar dapat menghapus Dosa
c. Istighfar dapat mengusir Setan
d. Istighfar dapat menghilangkan Kesulitan
e. Istighfar merupakan ibadah utama dan dapat menghilangkan Kesempitan
f. Istighfar dapat mendatangkan ketenagan dan kebahagiaan
g. Istighfar dapat mendatangkan Rezeki
h. Istighfar mampu menahan AzabAllah
Al-Quran memfirmankan :
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS. Huud: 52)

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang
(QS. An-Nisa’ : 110 )

Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186).

Barang siapa membiasakan istghfar maka Allah menjadikan jalan keluar dari segala kesulitannya, memberi kemudahan dari segala kesusahannya dan melapangkan rezeki yang tidak ia duga.
(HR. Abu daud)

Rasulullah mohon ampun 70 kali setiap hari ( HR. Bukhari)

Rasulullah mohon ampun 100 kali setiap hari(HR.Bukhari & Muslim)

DOA DAN ZIKIR

Dengan dzikir, seseorang pada hakekatnya sedang berhubungan dengan Allah. Dzikir juga merupakan makanan pokok bagi hati setiap mu'min, yang jika dilupakan maka hati insan akan berubah menjadi kuburan.
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang." (QS 13:28)
"Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kamu pada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku." (Al-Fajr, 27-30)

DOA
“Dan Rabb-mu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al Mu’min :60)“
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS.Al Baqarah:186)“
Do’a adalah ibadah, Rabb kalian berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan memperkenankan bagimu.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah)“
Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang didalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga kemungkinan; (yaitu) dikabulkan segera doanya itu, atu Dia akan menyimpan baginya di akhirat kelak, atau Dia akan menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabatpun berkata: “Kalau begitu kita memperbanyaknya.” Beliau bersabda: “Allah lebih banyak (memberikan pahala).” (HR. Ahmad, Bukhari dalam Adabul Mufrad, Al Hakim dan at Tirmidzi. Di Shahihkan oleh Syaikh al Albani).

PUASA SUNNAH
PUASA SENIN - KAMIS
HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim )
Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:
“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim)
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR.Tirmidzi,an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,
“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)
Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,
“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)

“Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)
Berlanjut.....
Read More...

Selasa, 14 Desember 2010

A T U B E L A H ( Cerita Rakyat Gayo - Aceh )


     Dahulu kala di desa Penurun, tanah Gayo, hiduplah suatu keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan dua orang anaknya. Usia anak yang tertua kira-kira 7 tahun, sedang adiknya masih menyusui.
     Kehidupan keluarga itu sangat miskin. Sang ayah mata pencariannya adalah petani. Pada waktu senggang, setelah mengerjakan sawahnya dia selalu berburu kehutan. Disamping itu dia banyak menagngkap belalang di sawah untuk di jadikan makanan. Di saat berburu dia tidak berhasil memperoleh hasil buruannya. Ditangkapnya belalang-belalang  sedikit demi sedikit yang kemudian di massukkan kedalam lumbung padi yang kebetulan kosong karena musim paceklik.
     Suatu hari sang ayah pergi berburu ke hutan, saat itu memang sedang  musim paceklik. Sementara di rumah tinggallah istri dan ke dua anaknya.
     Ketika saat makan tiba, anaknya yang besar merajuk karena tidak ada ikan sebagai lauk nasinya, juga tidak tersedia lauk-pauk lainnya di rumah itu.  Anak itu terus merengek-rengek membuat sang ibu menjadi sedih hatinya. Akhirnya ia memerintahkan agar anaknya mengambil sendiri belalang yang ada di dalam lumbung.
     Kemudian pergilah si anak ke lumbung dengan hati gembira untuk mengambil beberapa ekor belalang. Saat ia membuka pintu lumbung kurang hati-hati, membiarkan pintu lumbung tetap terbuka. Hal itu menyebabkan semua belalang yang ada di dalam lumbung terbang ke luar.
     Si ibu menjadi terkejut dan sedih melihat kejadian itu. Ia tak dapat membayangkan betapa akan marah besar suaminya nanti, karena kita tahu belang-belang itu dia kumpulkan dengan susah payah.
     Ketika sang ayah pulang dari berburu, dia kelihatan amat kesal dan lelah karena seharian berburu tak mendapatkan seekorpun dari buruannya. Kekesalan dan kekecewaannya itu berubah menjadi kemarahan ketika istrinya mengatakan bahwa semua belalang yang ada di lumbung lepas terbang.
     Kemarahan sang ayah memuncak manakala diingatnya betapa lama dia mengumpulkan belalang-belalang itu. Kini semuanya lenyap karena keteledoran istri dan anaknya. Dalam keadaan lupa diri sang ayah memukuli istrinya sampai babak belur dan menyeretnya ke luar rumah.
     Dalam keputusasaannya dan menyesali perbuatan suaminya yang begitu ringan tangan, si ibu meninggalkan rumah sambil merintih kesakitan. Tujuannya ia ingin ke “ATU BELAH”, yang selalu menelan siapa saja yang ingin ditelannya. Keinginan untuk ditelan  Atu Belah itu dapat terkabul jika seseorang itu menjangin, yaitu mengucapkan kata-kata sambil bernyanyi dalam bahasa Gayo.
     Sementara si ibu yang hendak menuju Atu Belah, kedua anaknya terus mengikuti dari kejauhan sambil menangis. Sang kakak menggendong adiknya yang masih kecil.
     Sesampai di depan Atu Belah, si ibu yang malang itu menyanyikan kata-kata bahasa gayo itu berkali-kali dengan lembut. “ atu Belah, atu bertangkup nge sawah pejaying te masa dahulu.” Artinya : Batu belah, batu bertangkup, sudah tiba janji kita masa lalu.
    Perlahan-lahan batu di depan perempuaan itu terbuka. Tanpa ragu-ragu lagi ibu yang putus asa itu masuk ke dalam mulut batu yang menganga lebar. Sedikit demi sedikit tubh perempuaan itu ditelan Atu Belah.
    Pada saat kedua kakak beradik itu tiba didepan Atu Belah, suasana alam di sekitar tempat itu menjadi berubah. Hujan  tiba- tiba turun dengan lebatnya yang disertai dengan angin ribut. Bumi terasa bergetar, seakan menyaksikan Atu Belah menelan manusia.
     Beberapa saat kemudian semuanya reda. Dengan hati hancur ke dua kakak beradik itu hanya dapat melihat rambut ibunya yang tak tertelan Atu Belah. Kemudian anak yang tua mencaput tujuh helai rambut ibunya untuk dijadikan jimat pelindung mereka berdua.
     Cerita rakyat ini dianggap oleh masyarakat Gayo benar-benar pernah terjadi didaerah mereka. Peninggalan yang ber kaitan dengan cerita ini adalah sebuah batu besar yang terletak kira-kira 35 km dari kota Takengon di Gayo.
     Cerita rakyat ini menarik, bukan karena dianggap benar-benar pernah terjadi, tetapi karena pesan-pesan yang terkandung dalam inti cerita tersebut, yaitu kita harus dapat menahan diri dan waspada. Sebab, perbuatan yang teledor akan dapat mencelakakan orang lain dan kita sendiri.
Read More...

Kamis, 25 November 2010

MUNAFIK DAN OBATNYA

“Diantara cirri-ciri orang munafik adalah senang menimbun rezeki dan mempersempit kesempatan orang lain dalam meraih keduniaan.”Malik bin Dinar
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kita temukan bagaimana orang tampil dengan bungkus-bungkus kemunafikan, baik sengaja atau tidak sengaja kita telah masuk kedalam lingkaran yang sangat berbaya ini. Cukup banyak tanda-tanda munafik namun alangkah baiknya bila kita berusaha menjauhi dan take off lalu menuju Rahmat Allah.
Beberapa tanda munafik yang kami kedepankan adalah, seorang dikatakan munafik bila banyak berbicara dan sedikit beramal. Senang dipuji dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, lain dimulut lain dihati alias yang di ucapkan berbeda dengan kenyataan, membenci celaan terhadap benarnya keadaan yang ada pada dirinya, tidak senang ada orang yang melihat kekurangan dirinya, dan merasa senang apabila mendengar kekurangan atau aib orang lain. Jika seseorang tidak merasa risau atas suatu kesalahan, sudah pasti kemunafikan mulai bersemi didalam dirinya. Bila engkau memiliki sifat kemunafikan, maka anugrah Allah sulit engkau raih. Ingatlah, kemunafikan dapat mengantarkan pada kekafiran.
Tanda seseorang telah terjangkit oleh sifat kemunafikan adalah merasa senang jika melihat orang lain berhenti beribadah kepada Allah. Tanda berikutnya adalah merasa senang jika ada orang lain yang keluar (murtad) dari agama Allah. (nauzubillah min zaliq).
Obat yang paling efektif untuk menghilangkan kemunafikan adalah menyadari bahwa dalam kemunafikan itu sama sekali tidak ada nilai baiknya. Kemunafikan adalah pangkal kenistaan di dunia dan kecelakaan di akhirat. Kemunafikan adalah pangkal kegemaran pada maksiat dan pangkal kecintaan pada bentuk-bentuk kekafiran. Obat selanjutnya ialah perbanyak istighfar dan dekatkan diri pada Allah. 
Read More...

Kamis, 18 November 2010

Tunduk Pada Pilihan Allah

“Orang yang tidak rela terhadap ketentuan Allah sulit disembuhkan kedunguannya. Hatinya membeku dan tidak mampu menerima cahaya Allah.”   Maimun bin Mahran


Bermacam-macam musibah yang menimpah diri kita tentu ada Hikmahnya dan kita harus mau belajar menerima dan introspeksi diri agar dapat kembali kejalan Sirautal mustaqim yaitu jalan yang lurus dan penuh nikmat.
Para orang-orang saleh sangat tunduk dan patuh terhadap ketentuaan Allah, misalnya ketika putra, saudara, anggota keluarga, atau kerabatnya meninggal dunia dan atau suatu harapan yang sudah didepan mata tiba-tiba terhalang oleh suatu aturan dan kehendak pihak lain. Semua itu mereka lakukan sebagai sikap mengutamakan kehendak Allah Swt. daripada kehendak mereka sendiri. Hal yang diberikan Allah pasti mengandung keadialan dan keutamaan. Betapa banyak keputusan Allah yang hikmah dibaliknya tidak dapat terjangkau oleh manusia biasa.
Muhammad bin Syaqiq berkata,”Suatu hari aku memberikan semangka kepada ibuku. Aku sangat terkejut karena ibuku marah akibat semangka yang kuberikan tidak sempurna. Aku bertanya kepada ibuku,’Wahai ibu kepada siapa ibu marah? Kepada penjualnya, pembelinya, ataukah penciptanya?Demi Allah, jika ibu memarahi penciptanya,sesungguhnya Dia adalah Pencipta yang paling baik. Sedangkan penjual dan pembelinya tidak memberikan sesuatu kepada ibu, selain yang telah ditentukan untukmu sejak azali’.
Setelah mendengar penjelasanku, ibuku memohon ampunan dan bertobat kepada Allah atas perilakunya. Bila saat menerima sesuatu yang tidak mengenakan lalu kita respons dengan kemarahan dan pandangan negatif, itu wajar saja alias manusiawi. Namun yang penting kita cepat-cepat kembali kejalan Allah dan minta ampun padanya serta menyadari bahwa hal itu sudah merupakan ketentuan dari Allah yang Maha Adil. Semoga Allah memberi kita kesabaran dan kedamaian.
Read More...

Selasa, 09 November 2010

TOLAK SU'UL KHOTIMAH DAN KEJAR HUSNUL KHOTIMAH

Su’ul Khatimah , akhir yang buruk.
Istilah ini dipakai untik menggambarkan orang yang berusaha keras untuk menyucikan dirinya lalu tiba-tiba ia berhenti. Ia telah merasa sempurna. Saat itu ia jatuh ketempat yang paling rendah.

Husnul kahtimah, akhir yang baik.
Seseorang yang memulai perjalanan hidupnya dengan hal-hal yang buruk. Namun di sisa akhir hidupnya, ia merintis jalan kesucian.

Salah satu gangguan paling besar dan paling berbahaya ketika mendekati Tuhan adalah kepuasan diri (I’jab). Merasa kagum akan kesucian diri yang telah dicapai. Ketika timbul perasaan inilah, seseorang kembali ketingkat paling dasar. ( mari kita hindari gangguan ini )

Aku menjadi paham dengan rintihan sufi dalam munajadnya yaitu ” Ya Allah hamba belum pantas untuk mendapatkan surga MU namun hamba tak sanggup menerima ajab neraka MU maka dari itu ya Allah Ampuni segala dosa ku dan terimalah taubat ku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penerima Taubat yang Maha Besar dan Maha Suci Engkau ya Allah.

Rintihan Sufi di atas akan kami jadikan cambuk untuk menggapai Rahmat MU ya habiballah dan kami munajad pada MU agar kami dibimbing terus untuk dapat meraih husnul kahtimah. Aku mulai dengan ta’ud, basmallah, syahadat dan shalawat lalu hamba bermohon pada yang Maha suci :
Ya Allah, hamba mohon bimbingan MU agar aku masuk golongan husnul kahtimah. Betapa berat siksa kubur MU dan dasyatnya ajab neraka yang Engkau siapkan bagi orang-orang yang ingkar terhadap firman MU, juga bagi orang-orang yang menyekukan MU, bagi orang-orang kafir dan bagi pendosa yang tidak mau taubat dan kembali kepada Engkau ya Allah. Kuatkan kami dengan Iman dan Taqwa, Genggamlah kami dengan tauhid dan cinta MU agar kami dapat meraih ridho MU dalam husnul kahtimah. Amin....... 09/11/10.
Read More...

Jumat, 29 Oktober 2010

Mengingat Dosa Waktu Sakit


Sedikit sekali orang yang sedang sakit terhindar dari empat dosa, yaitu tamak, berbohong, mengeluh, dan riya. 
Sufyan Al Tsauri


Amir bin Qais tampak menangis ketika ajal menghampirinya. Dia berkata,”Aku menangis bukan karena takut terhadap ke matian dan cinta kepada dunia. Namun, Aku khawatir sepanjang hidupku tidak kugunakan untuk ketaatan. Aku sering khilaf dan berdosa kepada Allah Ta’ala. Aku juga sering lalai untuk menghidupkan malam selama musim dingin.”
Ketika Umar bin Abd Al Aziz sedang sakit, banyak dokter berdatangan untuk mengobatinya. Kemudian, ada seorang dokter yang memeriksanya dan berkata, perasaan takut orang ini kepada Allah benar-benar telah memuncak sehingga livernya terganggu. Aku tidak mampu untuk mengobatinya. Menjelang wafatnya, beliau ber doa,”Ya Allah, aku telah berbuat dosa. Bila engkau membentangkan ampunan-Mu, sungguh aku mendapat anugerah. Bila engkau menyiksaku, sungguh engkau telah berbuat adil. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Tidak lama kemudian, dia berpulang ke rahmatullah.
Dari dua contoh di atas, harusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk terus meningkatkan ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa agar kita senantiasa belajar dari takdir. Dan kita berharap agar dipanggil dalam khusnul khatimah. Amin. Bagaimana pendapat pembaca ?
Read More...