text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Jumat, 15 Oktober 2010

Mengagungkan Al Quran

“Membaca Al Quran yang hakiki adalah menyatukan lisan, akal, dan hati untuk memahami Al Quran dan mengamalkan isinya.” Imam Al Ghazali
Perkataan Imam Al Ghazali di atas dapat dimaknai yaitu, tugas lisan adalah membaca huruf-huruf Al Quran dengan benar dan tartil. Tugas akal adalah menafsirkan makna-maknanya. Tugas hati adalah menerima isi petuahnya serta menerapkannya dalam tindakan. Jadi lisan membaca dengan tartil, akal menerjemahkan dan hati menerima petuahnya. Maka dari itu untuk mendapatkan Rahmat Allah jaga kebersiahan lahir dan batin, Bacalah Al Quran dengan serius. Mengagungkan kalam Allah tidak bisa dilakukan tanpa menghadirkan hati yang bersih dan tekad yang kuat untuk mengamalkan isinya. Ulama-ulama zuhud, orang-orang saleh bila membaca Al Quran ketika membaca ayat-ayat azab, air matanya bercucuran hingga membasahi janggotnya. Ada juga yang jatuh pingsan karena mendengarkan ayat-ayat yang menceritakan fenomena hari kiamat, dan lain lain. Jadi hati yang bening, tenang, suci dan keinginan yang kuat untuk selalu mengamalkan isi Al Quran adalah kunci kekuatan mereka untuk dekat dan di cintai Allah Swt. Marilah kita coba membaca Al-quran dengan penghormatan yang tinggi seolah-olah kita sedang ber dialog dengan Allah kemudian terus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah Rahmat-NYA akan sampai pada kita.amin.
Read More...

Jumat, 08 Oktober 2010

PENGALAMAN MURID PERGURON TRI RASA BANDUNG

Di era tahun Delapan puluhan di kota Bandung tepatnya jalan SOKA bertempat di gedung sekolah SD Soka yang sekarang kantor DIKNAS setiap hari minggu di adakan latihan penca dan tenaga dalam di naungi perguron “TRI RASA” Bandung.
Suatu ketika Reza di ajak teman untuk menyaksikan latihan, dalam latihan Reza lihat kok berbeda sekali dengan karate, tekwando, silat dan lain lain di lihat dari segi jurus dan gerakannya. Setelah gerakan pemanasan dan jurus selesai maka dilanjutkan dengan latihan aplikasi dari jurusan yang dipelajari. Bagi teman yang telah harkatan (tingkatan dimana seseorang telah selesai 10 jurus ) dia di ajarkan penjabaran setiap jurus untuk di aplikasikan lewat tembakan-tembakan. Pada tingkat harkatan ini si A bergerak cukup dengan jurus satu dan si B melakukan tembakan. Di sini akan ketahuan apakah jurusnya benar atau tidak. Dalam hal ini guru akan menilai di mana kekurangan si A atau apa saja yang belum di kuasai oleh si B. Pada saat kita melakukan tembakan akan ketahuan ilmu yang di pelajari oleh si A , apakah dia punya amalan atau bela diri sebelumnya. Jadi kita tidak bisa bohong walau dalam formulir perjanjian kita katakan tidak pernah belajar bela diri atau tidak punya ilmu/amalan. Pokoknya pada saat ditembak apakah ente pernah belajar sesuatu atau tidak akan kelihatan nanti, kalau tak percaya mari kita buktikan. Setelah melihat suasana latihan kurang lebih dua minggu akhirnya Reza mendaftarkan diri untuk melulai latihan.
Dalam latihan nampon ini di perlukan niat yang kuat dan tekad juga harus optimal sebab latihan jurus satu saja bisa satu bulan, dua bulan dan ada yang tiga bulan tergantung apakah kita mau melatihnya di rumah. Sistim yang di gunakan pada saat itu ialah latihan dilakukan dirumah masing-masing dan di tempat latihan diutamakan pengecakan hasil latihan di rumah. Kalau kita mampu latihan dua jam setara dengan seribu langka insya Allah proses pengisiannya akan lebih cepat. Memang sangat mengasyikan pada saat kita sedang melakukan aktraksi tembakan sebab banyak hal-hal yang aneh yang kita temukan. Kok bisa ya tanpa bacaan dan mantra orang bisa jatuh, terpental menjerit, melompat dll. Inilah yang membuat Reza semakin penasaran dan jawabannya berlatih dan berlatih terus. Suatu ketika kami latihan di medan terbuka tengah malam di maribaya tempatnya antara curuq / air terjun dan gunung. Dipimpin langsung oleh guru kami Drs.Zainal Maftuh dan Drs. Lili sumantri. Kita semua maklum,cuaca tengah malam di Maribaya cukup dingin namun saat kami latihan rasa dingin tak terasa lagi, kami larut dengan jurus sesuai dengan tingkatannya dan pada saat itu Reza baru jurus tiga (nangkrong). Saat memasuki sesion tembatakan maka tibalah giliran Reza di cek langsung oleh pak Zein dan Pak Lili terjadi hal yang luar biasa ketika ditembak Reza seperti kena strum, arus mengalir dari bawah(telapak kaki) sampai keatas( kepala) luar biasa , dasyat gumam Reza dalam hati.
Sejak bukti inilah Reza semakin rajin dan tekun latihan di rumah. Keinginan yang kuat dan tekad yang membara untuk menekuni ilmu nampon Tri Rasa ini momentumnya adalah sejak latihan alam terbuka di Maribaya. Reza harus bisa dan menuntaskan jurus-jurus nampon ini. Alhamdulillah Reza mampu merahinya. Inilah kisah nyata yang dapat Reza sampaikan mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya buat penggemar ilmu tenaga dalam. Anda yang mencari ilmu haruslah menguatkan niat dan tekad, untuk mendapatkannya.
Read More...

Menyambut Waktu Shalat


“Sesungguhnya shalat adalah amanat yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung tetapi mereka menolak. Kemudian, aku menerimanya meski aku tak tahu apakah diriku mampu memenuhi tatakramanya ataukah tidak.”   Iman Ali bin Abi Thalib

Persiapan apa saja yang telah kita bangun untuk menyambut tamu agung sebelum bertemu dengan-NYA. Biasanya hamba Allah yang sholeh senantiasa menyiapkan diri untuk menyambut waktu shalat. Dimulai mendengarkan suara adzan, hamba tersebut merasa dekat kepada Allah dan terasa gelisah jiwanya, apakah aktivitas rutinnya diteruskan atau ia rela memenuhi panggilan tersebut.
Ada hamba Allah yang terlihat pucat ketika waktu shalat tiba dan badannya bergetar atau mengigil karena mereka mendengar panggilan Zat Yang Maha Gagah. Mereka takut tidak dapat memenuhi panggilan-Nya. Artinya mereka sangat takut bila Allah marah atau murka pada nya.
Maka dari itu, ia berusaha merasakan keagungan Allah di mulai dari berwudhu dengan benar. Dengan kondisi suci dimana fikiran dan rasanya hanya tertuju kepada Allah SWT lalu bersiapa memulai shalat. Hamba ini sangat bahagia karena kenikmatan hakiki akan ia temukan dalam shalat. Shalat adalah sarana komunikasi antara seseorang dengan Kekasihnya. Jika engkau selalu senang ketika bercakap-cakap dengan orang yang engkau cintai, tentu engkau akan sangat bahagia ketika bercengkrama dengan Allah Yang Maha Mulia. Jika engkau merasa tidak pantas ngelantur di saat berbicara dengan orang yang engkau cintai, engkau pasti akan sangat khusuk beribadah kepada Allah yang memiliki ketulusan cinta kepadamu.
Menunaikan shalat adalah memenuhi janji yang pernah aku ikrarkan sebelum lahir kedunia. Aku takut jika pemenuhan janjiku penuh dengan kekurangan dan hanya mendapat cercaan dari Nya. Kata hamba Allah tersebut. Mudah-mudahan kita dapat mencontoh dan mencobah apa yang dikerjakan hamba Allah tersebut.amin.
Read More...

Jumat, 01 Oktober 2010

Bijaksana dan Saleh Ketika Umur Bertambah

“Semakin bertambah usia hamba mukmin seharusnya semakin bertambah pula ilmu dan kesalehannya.” Ali bin Abi Thalib r.a.
Apabila seseorang bertambah umur,sedangkan kesadaran rohaninya tidak bertambah, maka ia termasuk orang yang merugi pada hari kemudian. Bila anak muda tidak mempunyai sikap toleran kepada orangtua, ia akan dicampakkan oleh orang lain pada hari tuanya. Jika orang tua tidak mempunyai sifat sabar, ia akan dijauhi oleh orang-orang. Cobaan terberat yang akan engkau hadapi pada masa tuamu ialah cepat tersinggung oleh siapapun. Engkau ingin dimanja, tapi anak keturunanmu banyak merasa kesal dengan keadaan dirimu. Jadi berlapang dadalah engkau menghadapi hari tua dan pupuklah kesalehanmu sekarang juga, supaya tumbuh pohon ketaatan, kesabaran dan ketenangan dalam jiwa mu. Insya Allah, engkau akan menikmati hari tuamu dalam suasana dekat kepada Allah dengan memperbanyak istighfar, zikir dan munajad kepada Allah Ta’ala. Jangan berputus asa dengan Rahmat Allah ,berupayalah engkau untuk melatih diri agar tidak emosional, tidak mudah jengkel. Hati-hati, saat umurmu bertambah tua, emosimu cenderung meningkat,agar engkau diberi ketenangan dan kedamaian dekatlah pada Allah dalam shalat yang khusuk, perbanyak istighfar, panggil Allah dan berdialog dengan Allah dalam munajad. Harapan kita, mudah-mudahan Allah Ridha dengan usaha-usaha yang kita kerjakan.amin.
Read More...

Jumat, 24 September 2010

KRACHTOLOGI

Krachtologi asal katanya krachtos artinya tenaga, dan logos yang berati ilmu. Pada 4000 SM, Krachtologi sudah dikenal oleh orang-orang Mesir kuno, dalam sebuah buku Papyrus ” Yedimesish Ontologia” yang sudah disalin kedalam bahasa Griek Kuno, menceritakan ; bila otot bahu digerakkan akan mengeluarkan tenaga aneh sehingga dapat merobohkan orang yang sedang marah.
Dipersia, tenaga semacam ini di namakan Daht yang dapat merobohkan musuh dari jarak jauh. Untuk mendapatkan Daht mereka melakukan senam ini dinihari.
Banyak orang Badwi tanpa disadari mempunyai daht dimatanya bila ada musuh yang menyerang dengan pandangan matanya musuh itu akan roboh. Rupanya kebiasaan mereka melihat jauh dan memandang padang pasir yang luar membangkitkan daht di matanya.

Di Cina terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan kracht, di antaranya Gin-Kang (ilmu meringankan tubuh) yang dapat dipergunakan melompat jarak jauh, loncat tinggi dan berjalan di atas air. Hampir bersamaan muncul Kwie-Kang dan Wie-Kang. Pada jurus pertama Kwie-Kang dengan jurus tinju sedangkan Wie-Kang dengan jurus terbuka. Wie-Kang mempunyai sepuluh jurus, tersebar sampai Vietnam, Campa, Malaya dan Indonesia. Di Indonesia tumbuh menjadi beberapa aliran, diantaranya silat Mandar dari Sulawesi, silat timpung dari jawa Timur dan Silat Nampon dari Jabar.

PENGERTIAN KRACHT

Di paguron Nampon Tri Rasa Bandung dalam mengukur / melihat tenaga seseorang di gunakan istilah Kracht. Besar - kecil atau tebal- tipis kracht seseorang tergantung seberapa rajin dia berlatih.KRACHT adalah daya yang ditimbulkan dengan jalan senam, atau jurus dengan disertai latihan nafas. Gerakan pernafasan diatur oleh pusat pernafasan dalam otak, yang mempunyai perangsang kracht yang penuh dengan zat asam arang. Setelah kracht terkumpul dalam otot-otot (butir butir kracht terdiri dari butir-butir biolelektris) lalu dikembalikan oleh daya pernafasan dan daya fikiran yang berpangkal dalam otak. Daya fikiran dalam otak disebut pula daya saran, maka bioelektis itu melompat bergetar dan bergelombang keluar dan tak kembali lagi, tak perlu kwatir selama manusia masih makan badan akan terus memproduksi dan tidak akan habis-habisnya.
Diringkas dari diktat, AHMAD KHALID ’72
Read More...

Selasa, 21 September 2010

LURUSKAH AMALAN KITA

Bismillah hirrahmanirrahim
Sepulang dari shalat subuh berjamaah pagi ini selasa dua puluh satu bulan sembilan tahun dua ribu sepuluh, sesampai dirumah aku hidupkan TV masuk ke kanal ceramah subuh dan interaktif yang disampaikan  syaikh Ali. Syaikh ini termasuk ust. yang aku suka alasannya ia adalah turunan arab yang luas ilmunya, ust. Di Madinah dan serius dalam mengajar.
Pada sesi interakif ada seorang bapak dari Solo menyampaikan keluhannya tentang penyakit yang dideritanya yaitu kanker dimana kurang lebih sudah enambelas tahun di deritanya.
Pertanyaan beliau :
1. Apa amalan untuk menyembuhkan sakit tsb apa kita harus pasra aja
2. Apakah surat Al Waqiah dapat mendatangkan rezeki

Pembahasan 1, disini syaikh menjelaskan kita harus beriktiar dan berusaha semaksimal mungkin untuk berobat apakah kedokter atau ke Tabib. Setelah segala usaha kita lakukan barulah kita pasrah dan mohon pada Allah SWT dengan berbaik sangkah atas segala cobaan dan musibah yang kita alami ini. Mudah-mudahan Allah menurunkan Rahmatnya.

Pembahasan 2, Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat , sebagian ulama menyata tidak ada dalilnya yang kuat dan pasti dan sebagian ulama tidak melarang alias boleh-boleh aja. Solusi yang diberikan syech ialah pada dasarnya membaca Al Quraan itu mendatangkan rahmat Allah SWT maka apabila kita ingin tetap mengamalkan surat waqiah lakukanlah tidak perlu setiap hari. Misalnya seminggu sekali, atau seminggu tiga kali dll.

Khusus pembahasan 2, saya diskusi dengan istri dan saya setuju dengan pendapat syaikh. Apabila ada amalan yang tidak kuat dalilnya tak perlu rutin kita amalkan walaupun amalan itu berasal dari kiyai karena seorang kiyai menyusun amalan itu sesuai kebuhan jamaah dan murid-muridnya. Maka dari itu marilah kita amalkan sesuatu sesuai dengan petunjuk dan kuat dalilnya.
Mudah-mudahan semua kita dapat mengamalkan sesuatu sesuai dengan Al Quran dan as Sunnah. Demikianlah ringkasan oleh-oleh dari syaikh pagi ini. ”sampaikanlah oleh mu walau satu ayat”. Semoga Allah merahmati kita.amin.
Read More...