text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Selasa, 05 Juni 2012

GELOMBANG OTAK


Salah satu  dari angota tubuh yang perlu kita perhatikan adalah otak . Kekuatan otak sangat luar biasa, potensi otak dapat digunakan untuk merahi ilmu pengetahuan,disamping itu bagi para praktisi meditasi, telepati, hipnotis gelombang otak ini mereka latih dan manfaatkan dalam latihan dan praktek mereka.  Otak kita setiap saat menghasilkan Impuls-impuls listrik yang lebih dikenal sebagai gelombang otak. Besarnya frekwensi impuls akan menentukan jenis gelombang otak, apakah gelombang beta, alfa, theta dan delta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Dalam kondisi tertentu misalnya, meditasi; saat meditasi secara sadar kita mengatur jenis gelombang otak mana yang ingin kita hasilkan. Setiap orang mempunyai pola gelombang yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi keempat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu.
1.      Gelombang BETA
Beta adalah gelombang otak yang frekwensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berfikir secara sadar. Kita menggunakan gelombang beta untuk berfikir , berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Walaupun gelombang beta merupakan satu komponen yang sangat penting dari kondisi  kesadaran kita, akan tetapi bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan gelombang ini, tanpa didukung oleh frekwensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekwatiran dan ketengangan, dan proses berfikir yang tidak focus.
 Ada tiga jenis gelombang beta :
1.      Beta rendah    12 – 15 HZ
2.      Beta medium  16 – 20 HZ
3.      Beta tinggi       21 – 40 HZ
2.      Gelombang ALFA
Alfa adalah gelombang yang frekwensinya sedikit lebih lambat dibanding dengan gelombang beta, yaitu 8 – 12 HZ. Gelombang alfa berhungan dengan kondisi fikiran rileks dan santai. Alfa ini pintu gerbang bawah sadar.
 3.      Gelombang theta
Theta adalah gelombang otak pada kisaran frekwensi 4 – 8 Hz. Yang dihasilkan oleh fikiran bawah sadar (subconscious mind) salah satu kemunculan gelombang theta saat kita bermimpi. Bila dalam bermeditasi kita bisa berhasil masuk ke kondisi theta, maka kita akan mengalami kondisi meditatif yang dalam , seperti keheningan, ketenangan, kedamaian dan puncak kebahagiaan menurut pratisi meditasi.
4.      Gelombang Delta
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekwensi 0,1 – 4 HZ, dan merupakan frekwensi dari pikiran nirsadar (unconscious mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik.  Gelombang delta sering tampak dalam diri seorang yang profesinya bertujuan membantu orang lain, yang  perlu memahami kondisi mental psikologis, atau emosi orang lain.
Read More...

Kamis, 31 Mei 2012

PELABUHAN NELAYAN LAMPULO




Assalam mualaikum Wr.wb.
Pada tanggal 10 - 05 - 2012 aku ke Banda Aceh menghadiri wisuda Ananda Ridza W.A di Universitas Syiah Kuala Fak Kedokteran. Ke biasan ku di Bandung ialah shalat Subuh berjamaah ke Masjid. Alhamdulillah Selama di Banda Aceh ke biasaan baik ini dengan izin Allah Swt dapat juga terlaksana. Suatu hari yaitu Minggu pagi, pulang shalat dari Masjid anak ku mengajak jalan pagi. Kebetulan tempat tinggal kami di Lampulo, jarak ke pelaubahan ikan atau pasar tempat lelang ikan  kurang dari 1 Km. Perjalanan di pagi yang masih fajar menyingsing ini benar-benar saya nikmati, hitung-hitung mengenang waktu masih tinggal di Sinabang kurang lebih empat puluh tahun yang lalu. 
Aku melihat suasana di Pelabuhan, speedboot atau motor nelayan yang sandar untuk menjual hasil tangkapannya sangat ramai dimana hasil tangkapan nelayan tersebut sangat bervariasi dari mulai ikan yang kecil sampai kepada ikan yang besar termasukjuga jenis  cumi.- cumi, udang serta kepiting. Aktivitas di pelabuhan atau pasar ikan ini benar-benar ramai karena pembelinya bervariasi ada yang borongan, ada yang pedagang yang menjual lagi dengan sepeda motor dan ada juga pembeli eceran pokoknya mereka melayani semua keperluan konsumen. Rasanya aku ingin berlama-lama nongkrong di Pelabuhan namun waktu telah menunjukkan jam 7 pagi aku segera kerumah untuk melakukan aktivitas yang lain. sampai jumpa di lain kesempatan... wassalam.
                                   





Read More...

Rabu, 30 Mei 2012

KATAGORI PENYAKIT HATI


Dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt ,hati merupakan sasaran utama saat kita beribadah kepadaNya. Seperti yang di sebut dalam firman Allah :
“ Dan barang siapa di dunia ini buta hatinya , maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi    jalannya.”  {QS. Al Israa (17) : 72 }
Ada beberapa tingkatan kualitas yang diinformasikan Allah didalam al quran.  Hati yang jelek, di katagorikan ke dalam 5 tingkatan yaitu,
1.      Hati yang berpenyakit
Orang yang di dalam hatinya ada rasa iri, benci, dendam, pembohong, munafik, kasar, pemarah dan lain sebagainya. Dan ini di informasikan dari Al quran sbb:

“ Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih , disebabkan mereka berdusta.”  {QS Al Baqarah (2) : 10}

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.”  {QS Al Hajj (22) : 53}

2.      Hati yang jelek
Hati yang jelek adalah hati yang mengeras. Hati yang berpenyakit, jika tidak segera diobati akan menjadi mengeras. Mereka yang biasa melakukan kejahatan , hatinya tidak lagi peka terhadap kejelekan perbuatannya. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka kerjakan adalah benar adanya.

“ Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada merka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.”              { QS. Al An’aam (6) : 43}

3.      Hati yang membatu
Hati yang keras kalau tidak segera disadari akan meningkat kualitas keburukannya.  Al Quran menyebutnya sebagai hati yang membatu.

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan dianatranya sunggguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”  {QS. Al Baqarah (2) : 74}

4.      Hati yang tertutup
Hati yang tertup itu bagaikan sebuah tabung resonansi. Jika tertutup , maka hati kita tidak bisa
lagi menerima getaran petunjuk dari luar. Allah berfirman.

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati
mereka.”  {QS.Al Muthaffifin ( 83) : 14}

5.      Hati yang dikunci Mati
Jika hati sudah tertutup maka tingkatan berikutnya adalah hati yang terkunci mati. Sama saja bagi mereka diberi petunjuk atau tidak.

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu , sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan tetap saja mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
{QS. Al Baqarah (2) : 6 – 7 }

Sebaliknya Hati yang baik adalah hati yang mudah bergetar, sebagai mana firman Allah :
“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang nafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” {QS. Al Hjj (22) : 35}
Hati orang- orang yang demikian itu lembut adanya. Mereka gampang iba melihat penderitaan orang lain. Suka menolong.Ttidak suka kekerasan. Penyantun. Dan penuh kasih sayang kepada siapapun.Itulah nabi Ibrahim yang dijadikan teladan oleh Allah serta menjadi kesayangan Allah sebagaimana diinformasikan dalam firman berikut.
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk  bapaknya, tidak lain hanyalah karena suata janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”                                                                 {QS. At Taubah (9) : 114 }
Read More...

Senin, 28 Mei 2012

JIWA YANG BAIK DAN JIWA YANG KEJI


JIWA yang baik itu mempunyai sejumlah tanda, antara lain : Istiqamah dan bersungguh-sungguh, waspada dari kesalahan, rajin beramal, merasa khawatir bila amal-amalnya tidak diterima, dan gelisah jika nantinya tidak meninggal  dalam husnul khatimah. Bila bermunajat kepada Allah, bagaikan orang terseret arus deras yang meminta pertolongan, dan bila berlindung pada Allah, bagaikan seorang tawanan yang pasrah atas nasib dirinya. Sikap tawadhu’(rendah hati) adalah pakaiannya, gelapnya malam adalah tikarnya,dzikir maut (ingat kematian) adalah percakapannya, dan menangis adalah adat kebiasaanya. (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah)

JIWA yang keji dan mungkar mempunyai  sifat berikut : Durhaka kepada Tuhannya, melanggar larangan-Nya, menyia-nyiakan hak-Nya, meremehkan dzikir kepada-Nya, hatinya lalai kepada-Nya, lebih memperturutkan hawa nafsu dari pada mendapatkan  ridha Tuhannya, lebih patuh kepada sesama makluk ketimbang kepada Allah, hak Allah dijadikan pengisi celah-celah hati. Ilmu dan hartanya menjadikan dirinya silau oleh gemerlapnya dunia daripada bertafakur kepada Allah. Terhadap sesama manusia disembunyikannya cela dan kekurangan dirinya, tetapi kepada Allah diperlihatkannya terang-terangan. Dia takut kepada sesamanya dan ingkar (tidak takut) kepada Allah. Dia lebih condong bergaul dengan musuh Allah ketimbang dengan Allah. Jika bersedekah dijalan Allah, maka yang disedekahkan itu hanya sebagian kecil (sedikit sekali) dari yang ia hambur-hamburkan untuk mereguk kepuasan dunia dan popularitas diri. Maka kelak Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada golongan manusia yang seperti ini. (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah)
Read More...

Kamis, 02 Februari 2012

MENGHINDARI DIRI DARI RIYA



Dalam kehidupan ini, salah satu perbuatan yang terindikasi dosa namun tidak menjadi perhatian serius, ialah maksiat hati yang bernama Riya. Dengan adanya nafsu dalam diri manusia maka ia harus berjuang melawan penyakit hati yang cendrung Riya umpanya, Riya dengan ilmu, riya dengan harta dll.
Imam Ali bin Abi Thalib berkata, ” Sesungguhnya orang yang senang riya memiliki tiga ciri :
  1.    Malas ketika sedang menyendiri.
  2.    Semangat beramal saleh ketika bersama orang-orang lain.
  3.    Bertambah semangat apabila dipuji sebagaimana malas apabila dicela.”
 Riya adalah tantangan terberat dalam beramal. Ia sulit dihindari karena pintunya sangat banyak. Ia dapat menyerang siapa saja,laki-laki atau perempuan, kaum terpelajar atau kaum awam. Lawan dari riya adalah ketulusan. Ketulusan tidak dapat diraih dalam waktu yang pendek. Ia memerlukan latihan yang kontinue dan intensif. 

Abu Abdillah Al-Anthaki berkata,” Apabila terjadi hari Kiamat, Allah Swt. Berfirman kepada orang yang suka riya,’ Ambillah pahalamu dari orang yang engkau harapkan memujimu atau engkau inginkan mereka melihatmu!”  Jadi riya adalah maksiat hati yang paling sulit dihindari.  Wallahu 'alam bissawab
           
Read More...

Senin, 19 Desember 2011

GETARAN KALBU DI GURUN PASIR ( 2 )


"Lalu apa yang kau inginkan dariku saat ini?, dan apakah yang harus saya jawab kelak, ketika saya nanti di hadapkan di Mahkamah Allah, dan Dia bertanya tentang kambing dan harganya itu?. Apa yang harus saya jawab, sedang Dia sudah tahu segalanya……?. Sampai disini Abdullah bin Umar masih belum puas, dia terus mencoba keimanan Mujahid tersebut. Dengan suara pelan , sedih dan memelas beliau berkata: “Kau seorang budak yang miskin,tidak memiliki kekayaan dunia sedikitpun! Sedangkan majikanmu kaya, berkecukupan dan menikmati kemewahan, dia tidak akan merasa rugi atau kehilangan seekor atau dua ekor kambing, bukankah dia sudah memeras tenaga dan keringatmu secara kejam. Mungpung ada kesempatan untuk bersenang dan menikmati makan yang serba enak. Kalau ditanya majikan, katakan saja kambingnya diterkam serigala. Wahai saudaraku, sekarang potonglah kambing itu buat kami. Dagingnya kami makan dan uangnya buat kau, semuanya akan kami rahasiakan, sehingga majikanmu tidak akan tahu selamanya”. Nampak rawut kemarahan di wajahnya, dengan suara keras dan sinis dia berkata :”Apa yang menyebabkan engkau mendorong-dorong saya melakukan maksiat kepada  Allah…? Saya tak mungkin menuruti kata-katamu. Demi Allah, engkau bagi saya seakan-akan setan yang berbentuk manusia.”. Suaranya semakin terdengar keras:”Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia, aku tiak akan sekali-kali melakukan perbuatan itu. Biarlah aku hidup dalam kemiskinan harta duniawi, daripada mengorbankan keimananku untuk hal yang bersifat sementara dan cepat musnah. Demi Allah, Dia pasti melihatku, aku tidak mau membutakan mataku dan mata batinku dari penglihatan Allah Yang Melihat. Jika berani menentang kehendakNya maka bisa-bisa aku jadi kafir tanpa aku sadari. Pengembala itu menundukkan kepalanya, seakan-akan enggan melihat tamu yang ingin menjerumuskannya kepada dosa dan maksiat.
Sampai disini Abdullah bin Umar masih mencoba menggoda lelaki yang ada dihadapannya untuk mengetahui kekuatan imannya dan keteguhan hati nuraninya :”Sudah aku katakan kepadamu, kau ini miskin”. Bukankah nabi pernah bersabda: “hampir saja kemiskinan itu menarik orang menuju kekafiran”. … dan aku telah berjanji padamu, tidak akan menceritakan kepada majikanmu tentang kambing dan uang itu. Kesabaran Mujahid si penggembala miskin itu sudah sampai pada puncaknya, meledaklah marahnya, bagai singa yang sedang mengamuk dan gunung api yang memuntahkan laharnya, dia berteriak dengansuara yang sangat keras ke muka Abdullah bin Umar:”Kalau keadaannya demikian, lalu dimanakah ALLAH………?Dapatkah kita bersembunyi dari intaiannya….?Bukankah Dia melihat segala yang kita lakukan…..?Lalu dimana ALLAH….. dimana  ALLAH…… di m a n a…….? Air mata mujahid itu mengucur deras,karena rasa sedih, dan takutnya kepada Allah. Dia masih terus berteriak  dengan suara bergetar dan isak tangis:”Dimana Allah….hendak kita kemanakan Allah…? Bukankah Dia melihat kita . Dimana Allah!!! Dimana Allah…. Dimana Allah!!! Teriaknya terus bergema dipadang pasir luas yang panas dan gersang itu .
Abdullah bin Umar dan Abdurrahman bagai baru terbangun dari tidur yang panjang. Keduanya terpaku , hati mereka bergetar merasakan sesuat yang sejuk, yang tiada dapat dilukiskan oleh kata-kata, keduanya berpandangan, rasa hormat dan kagumnya bertambah-tambah terhadap lelaki miskin si penggembala itu. Tanpa mereka sadari air matanya meleleh , dan bibir-bibir mereka seakan ada yang menuntun ketika keduanya mengikuti pekikan yang terus bergema itu “Dimana Allah!!Dimana Allah!!!
Padang pasir yang sebelumnya sunyi itu, sekarang dipenuhi oleh suara ketiga insan itu:”Dimana Allah?? Dimana Allah …???Ketika mengucapkan kata-kata itu, ketiganya merasa dekat sekali dengan pencipta-Nya yang Maha Penyayang, mereka seakan-akan bersama dengan Allah,hidup dalam lingkup cakrawala keimanan yang tinggi masing-masing merasa perasaan spiritualnya:”Seolah-olah  aku sedang melihat kerajaan Allah –ku, seolah-olah aku melihat penghuni surga yang saling berkunjung dengan ceria, dan seakan aku mendengar rintihan dan jeritan tangis penghuni api neraka yang hina”.  
Mereka teringat pada sabda Rasulullah saw;”Allah Swt senatiasa menyinari hati orang Mukmin”. Mereka bagaikan berenang dalam lautan cinta Illahi, Allah bersama mereka, dan mereka senantiasa bersama Allah. Seperti firman Allah:”Dan Dia selalu bersama kamu dimanapun kamu berada (QS. 57(Al-Hadid):4)“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS.50 (Qaf) :16)                                                      
Setelah melepaskan rindunya kepada Allah dan menemukan Telaga Ilahi yang baru mereka dapatkan, mereka kembali merasa lebih tenang. Di dalam ketenangan dan kedamaian tersebut Abdullah bin Umar bergumam seakan berbicara kepada dirinya sendiri :” ya junjunganku Rasulullah! Berbahagialah engkau , karena umatmu sesudah paduka pergi masih ada yang tetap pada jalur yang engkau gariskan untuk mereka. Mereka masih tetap dalam pangkuan islam yang hidup, yang benar, yang sehat,islam karyanya, bukan islam bicaranya, islam taqwanya, bukan islam pengakuannya, islam kalbunya, bukan islam lidahnya!! Bergembiralah kekasihku … ya Rasulullah , karena umatmu umat pahlawan yang banyak beroleh berkah, yang mampu menaklukkan hawa nafsu sebelum berhadapan dengan musuh, dan tabah dalam menghadapi godaan nafsu angkara murka. Masih adakah orang yang meragukan, bahwa menaklukan  musuh yang mengalir di dalam aliran darah sendiri, lebih sulit daripada menumpas musuh yang berlindung dibalik perisai dan pedang. Alangkah indahnya kata-katamu, wahai junjunganku, ya Rasulullah, ketika paduka kembali dari medan perang dan berkata :”Kami baru kembali dari medan perang kecil menuju ke medan perang yang lebih besar, yaitu perang melawan hawa nafsu”. Sabda Rasulullah:”Seorang Mujahid yang sebenarnya ialah yang mampu menaklukkan dirinya demi Allah Swt”. ( HR. Turmizi). Allahumma ya Allah, andai doa itu bukan suatu perintah, sudah tentu kita tidak perlu berdoa, bukankah Engkau telah berjanji untuk memenangkan kaum Mukminin itu. Firman Allah: “dan  adalah kewajiban Kami (Allah) untuk memenangkan kaum Mukminin?” (Ar Rum 47) .
Abdullah bin Umar menoleh kepada Mujahid si penggembala Mukmin itu, dan bertanya tentang nama dan alamat majikanya, penggembala itu merasa heran. Walaupun heran, dia beritahukan juga nama dan alamat majikannya, walau dia tidak tahu apa maksudnya. Berdasarkan data yang dia dapat dari si Penggembala, maka tahulah Abdullah bin Umar bahwa majikannya adalah salah seorang tokoh di kota Mekkah yang sudah dia kenal dengan baik.
Sampai  disini, Abdullah bin Umar dan Abdurrahman mohon diri kepada Mujahid untuk meneruskan perjalananya. Ternyata dalam perjalanan mereka benar-benar merasakan kesan yang sangat luar biasa dari peristiwa yang baru mereka alami. Mereka sangat bahagia karena sudah berhasil menemukan Telaga Ilahi, yang tidak sembarang orang dapat menemukan mutiara berharga itu. Seakan-akan tak bosan bibir mereka berkata :”Dimana Allah???!!!!Dimana Allah? Mereka terus mengucapkannya  dengan perlahan…….. ber ulang-ulang…..!
Dalam perjalan yang melelahkan dan meletihkan, akhirnya  sampai juga mereka kekota Mekkah, sahabat Abdurrahman menawarkan istirahat sejenak pulang kerumah. Namun Abdullah menolaknya, dia masuki kampung yang satu terus kekampung yang lain melalui jalan yang sempit, gang, lorong tanpa memperdulikan rasa letih badannya, dicarinya alamat rumah majikan sang penggembala yang mukmin itu, hingga bertemu. Dengan ikhlas di belinya budak dan kambing itu,lalu diumumkannya kepada masyarakat umum bahwa dia telah membebaskan si Penggembala Mukmin itu semata-mata karena Allah, dia serahkan kambing yang dibelinya kepada penggembala itu semuanya tanpa sisa, seraya berkata :”Kebaikan tiada balasannya kecuali kebaikan juga”.(QS Ar Rahman : 60)
Abdullah berjalan menuju rumahnya dan dengan perlahan dan berulang-ulang dia mengucapkan kalimat yang sudah menguasai bathinnya. Dimana Allah…??? Dimana Allah…………..????? Dihari-hari selanjutnya bila dia ketemu sahabatnya dia berkata;”Kalimat itu sudah memerdekakan penggembala itu di dunia, semoga kalimat itu dan amal-amalnya yang lain, yang diisebabkan dari rasa takutnya kepada murka Allah ,akan memerdekakannya di akhirat.
Seseorang tidak akan membangkang kepada Allah, jika dia merasa bersama dengan Allah dan Dia tidak pernah meninggalakannya sekejabpun. Semoga dialah yang dimaksud-Nya dalam firman-Nya : “Laki-laki yang tidak pernah dilalaikan oleh perniagaan atau jual beli dari mengingat-ingat Allah”(QS. An Nur: 37).
Kalbunya memancar terang dengan mengingat asma Allah, dan kerinduan pada-Nya semakin terasa. Kemudian, dia kembali mengulang-ulang : 
                   Dimana Allah….. Dimana Allah…….Dimana Allah...
Dia selalu mengulang-ulang kata-kata itu di sepanjang sisa hidupnya, dan dia menangis bila mengingatnya, sambil berkata : “Demi Allah, itulah kata-kata yang dapat membebaskan seseorang dari api neraka. Demi Allah, itulah kata-kata yang dapat mengantarkan seseorang kepada keimanan yang hakiki. Demi Allah, dia mampu menuntun tangan orang melakukan pekerjaan yang diridhoi Allah Swt. Demi Allah, dia mampu menyampaikan seseorang untuk masuk ke sorga Allah SWT yang tinggi.                        
Read More...