text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Rabu, 07 Desember 2011

RENUNGAN HIKMAH (1)

Terlambatnya masa pemberian oleh Allah sesudah anda merengek-rengek berdoa, janganlah menyebabkan anda berputus asa. Karena, Allah ta’ala telah menanggung terkabulnya do’a anda menurut pilihan-Nya buat anda, bukan menurut apa yang anda pilih untuk diri anda; serta pada saat yang Dia kehendaki, dan bukan pada saat yang anda inginkan.
Penjelasan :
Yang dimaksud “merengek (ilhah)” ialah mengulang-ulang permintaan. Ini perlu , sebagaimana sabda Rasulullah saw.:”Sungguh, Allah itu menyukai orang-orang yang merengek-rengek dalam berdoa”.
Dalam masalah doa ini, manusia terbagi menjadi tiga golongan :
a.       Orang  yang bermohon kepada Allah dengan pasrah, diberi atau tidak, seratus persen diserahkan kepada Allah. Orang semacam ini, apabila benar penyerahannya, ia memperoleh ridha Allah dan hatinya selalu terpaut kepada Allah. Baik yang dimintanya terwujud atau tidak, ia tetap tidak berhenti berdoa.
b.      Orang yang terus menerus menunggu di depan pintu rahmat Allah dengan kepercayaan penuh terhadap janji Allah, yakni janji terkabulnya doa, sambil menanti keputusan Allah.Ia selalu menyalakan dirinya sendiri atas kelalaiannya dan menganggap bahwa mungkin ada syarat doa yang belum terpenuhi ketika maksudnya belum terkabul.
c.       Orang yang menunggu di depan pintu rahmat Allah lantaran ada pambrih. Ia mengemukan alasan mengapa ia berdoa dan menuntut keberhasilan maksudnya. Orang semacam ini terkadang bimbang terhadap janji Allah, atau berujung menjadi bingung, bahkan nyaris putus asa tanpa sebab.
Padahal Allah jelas-jelas telah berfirman :
       “Berdoa –lah kalian kepada –KU, niscaya Aku kabulkan doa kalian”
Perlu kita ingat-ingat kembali terkabulnya doa itu ditentukan menurut pilihan Allah dan pada saat yang Dia kehendaki, bukannya menuruti kehendak manusia. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw. : “ Setiap orang yang berdoa itu pasti memperoleh salah satu diantara tiga ini: adakalanya diwujudkan di dunia sesuai dengan permintaannya, atau pahala doa itu diberikan di akhirat, atau Allah menyingkirkan bencana yang seimbang dengan apa yang dimintanya.”
Rasulullah juga besabda :”Doa kalian tentu dikabulkan,selagi tidak tergesa-gesa”.
Terkabulnya doa ditetapkan menurut pilihan dan waktu yang ditentukan Allah adalah karena :
a.       Apabila langsung dikabulkan,boleh jadi akan menyebabkan kerusakan bagi diri  si pemohon, dalam kaitan dengan agama atau dunianya.
b.      Supaya seorang hamba mengerti akan kekuasaan Allah dan jangan sampai memastikan terhadap Allah.
c.       Maksud utama dari perintah berdoa ialah agar seorang hamba menampakkan ke fakiran dan kebutuhannya di hadpan Allah.  Disarikan dari: Al Hikam, SYEIKH ATHAILLAH AS-SAKANDARI
Read More...

Kamis, 03 November 2011

RENUNGAN HIKMAH

  • Aku tahu, rizki-ku tak mungkin diambil orang lain. karenanya, hati-ku tenang.
    Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain.
    Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.
    Aku tahu, Allah selalu melihatku. karenanya,aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
    Aku tahu, kematian menantiku. Oleh karena itu, kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Raab-ku.
    (Imam Hasan Al-Bashri)

  • Fungsi zikir bagi hati adalah sebagai fungsi air bagi ikan, maka bagaimanakah keadaan ikan jika tanpa air?      (Ibnu Taimiyah)

Read More...

Jumat, 28 Oktober 2011

PENIPUAN VIA TELEPON DAN SMS

Hari sabtu tanggal dua puluh tiga bulan Oktober dua ribu sebelas, anak-ku pada sekolah dan kuliah, pada  jam Sembilan aku mengantar istri ke daerah buah batu. Aku langsung pulang kerumah dan sampai dirumah kira-kira jam setengah sebelas. Sambil nonton tv aku rileks kan badan karena terasa agak capek  dan rencananya habis makan siang dan shalat zuhur aku mau tidur siang untuk memulihkan kondisi ku. Keasyikan ku terganggu karena telepon rumah berdering, saat itu kurang lebih jam sebelas empat puluh lima menit pada dering yang ketiga aku angkat telepon. Dari kejauhan aku mendengar suara seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu guru. Omongan nya begini; maaf ya pak, anak bapak mengalami kecelakan sedang bermain sama temannya di sekolah dia jatuh dan kepalanya terbentur  dan sekarang sudah dirujuk kerumah sakit dalam keadaan kritis, ibu guru (perempuan) itu bicara sambil menagis. Pikiran saya bekerja , wah... berat juga musibah ini gurunya saja menagis terus. Kemudian saya  bertanya pada ibu guru itu, nama ibu siapa ? nomor telepon ibu berapa atau nomor Hp ibu berapa?. Ia jawab, secepatnya bapak kontak guru yang mengantarkannya di rumah sakit (tidak disebutkan nya nama RS) karena kondisinya kritis maka dari itu  langsung aja bapak telepon ke nomor 085656716151 segera ya pak, nanti saya telepon bapak lagi dan pembicaraan kami lalu terputus padahal saya mau bertanya lagi padanya (rumah sakit mana? Dan nama pak gurunya siapa?. Saya ikuti saran ibu tadi, lewat HP saya coba menghubungi  nomor yang disebutkannya  di atas, ternyata  sulit masuk dan setelah berapa kali saya coba tak berhasil tiba-tiba  telepon rumah berdering lagi rupanya  ibu itu menghubungi saya lagi,ia bertanya; gimana pak ,apa sudah di hubungi pak,saya bilang sudah tapi tidak bisa terhubung ,ia terus menangis sedang saya belum merasa seperti ibu itu tapi rasa khawatir sudah ada, untuk mengatasi kwatir tersebut saya tetap zikir pada Allah Yang Maha Kuasa sehingga kecemasan saya masih bisa terkendali (dalam hati saya berkata kayaknya serius juga ini) dalam kondisi begini ,sambil menagis ia bilang pakai nomor yang lain aja ya pak, hubungi nomor   085656707528, saya jawab ok deh saya akan hubungi.  Awal di hubungi tak masuk, coba terus akhirnya masuk, yang punya telepon mengatakan langsung bicara ke dokternya  saja pak. Dokter itu menjelaskan status terakhir kondisi pasien, anak bapak dalam keadaan kritis saya akan berusaha maksimal agar anak bapak bisa sadar dan bisa lepas dari fase kritisnya, saya harus segera menagani anak bapak nanti akan kita beritahu lebih detail. Ternyata kesempatan untuk dialog sangat terbatas, maaf pak saya harus segera menangani pasien, teruskan pembicaraan   ke gurunya aja ya pak,  tiba-tiba telepon terputus. Dalam hitungan detik tiba-tiba telepon rumah berdering lagi, ternyata ibu itu muncul lagi, dia langsung bertanya  apa sudah ada penjelasan dari dokternya, sudah saya bilang. Tiba-tiba Hp saya berdering  lalu saya angkat, langsung saya tanya sebenarnya anak saya ada dimana sekarang, lalu ia jawab, awalnya kita larikan ke RS. Al Islam karena alatnya kurang maka di rujuk ke RS. Hasan Sadikin bapak bisa hubungi nomor 085656707528. Kalau gitu saya akan langsung ke Hasan Sadikin, lalu disarankannya sebaiknya hubungi dulu dokter disana untuk konfirmasi keadaan anak bapak . Kalau gitu saya akan coba.  Begitu terhubung dengan doker tersebut saya bicara dengan doker yang menangani. Bicaranya cukup berwibawa dan dia menjelaskan keadaan dan langkah-langkah yang telah dilakukan dan untuk menghindari gegerotak permanen perlu suatu alat produk jerman dan kebetulan stock di RS habis / terbatas karena harganya cukup mahal tapi bapak tak usah kwatir saya telah hubungi apotek kimia farma stock masih ada selanjutnya bapak bisa langsung hubungi prof. kuncoro di apotek kimia farma supaya keadaan pasien  tidak semakin kritis, kami perlu  waktu 10 menit untuk  pemasangan  alat tersebut. selanjutnya  prof. kuncoro saya hubungi, saya butuh alat dengan kode X2B, lalu beliau bertanya ,bapak siapa?. Saya orang tua pasein dokter Hendra di RS. Hasan Sadikin, prof. berkata,”begini pak, alat yang bapak cari ada di kita namun kita perlu kepastian dari bapak, kenapa prof..Gimana ya, alatnya ini agak mahal. Berapa dok. harganya, kata saya. Dia jawab, kurang lebih 21 juta. Terus saya respons, karena pasiennya kritis dan menunggu alat tersebut harus tiba dalam waktu 10 menit sedang saya masih dirumah sebaiknya alat itu bapak antar saja secepatnya, masalah administrasi dan pembayaran saya akan segera menemui bapak. Nanti perusahan saya yang mengurusnya. Maaf pak,kita perlu kepastian pembayarannya. Saya tegaskan lagi padanya, RS butuh waktu 10 menit prof. menunggu alat ini, gimana prof. Dia bilang maaf pak, kami tak bisa kirim sebelum ada kepastian pembayaran dari bapak.  Di momen inilah kecurigaan saya semakin kuat. Masakan  seorang professor bicaranya tidak sedikitpun punya rasa kemanusiaan. Kalau memang sangat diperlukan kenapa RS dan Apotek tidak membuat suatu pembicaraan yang mengikat dengan reference RS. agar alat itu secepatnya dikirim. Tanda tanya muncul, dokter hendra butuh waktu 10 menit agar alat bisa dipasangkan, Sedang saya bicara dengan dokter hendra plus apotek suduh lebih 15 menit. Saya semakin curiga, berdasarkan logika jarak antara apotek kimia farma dago – dan RS hasan sadikin pada jam 12.30 siang tak mungkin ditempuh dalam waktu 10 menit, sedang saya bicara dengan dokter RSHS dan prof. sudah lebih dari 15 menit. Tak berapa lama telepon terputus disini saya manfaatkan menghubungi teman anak saya, ternyata sibuk alias tak dapat dihubungi.  Untuk memastikan kecurigaan saya maka  saya coba menghungi anak saya langsung dan Alhamdulillah sekali call langsung di angkat. Kalau tadi aku berzikir merasa ada musibah namun sekarang aku bersyukur pada Allah Yang Maha Rahman dan Rahim karena atas Pertolongan dan PerlindunganNya aku bisa berfikir tenang, jernih, tidak emosional dan dapat menghadapi masalah sendiri yang tidak berdampak pada kesehatan ku padahal kondisi aku waktu itu cukup lelah, mengantuk dan pegal-pegal .  Tak hentinya saya bersyukur karena  kejadian ini mendapatkan hikmah yang luar biasa bagi saya dalam hikmahnya ialah pelajaran "ketenangan" dan "kesabaran". Menurut saya semua ini Allah tunjukkan agar kita semakin yakin atas doa dan amalan (tentu yang sesuai dengan syariat). Setelah shalat zuhur, kondisi saya terasa semakin fit maka saya keluar rumah mau menjeput istri , lagi asyik dijalan datang telepon dari apotek , dia tanya, gimana pak alatnya ? kami tunggu kepastian dari bapak dan jangan sampai terlambat karena anak bapak dalam keadaan kritis dan memerlukan alat tersebut secepatnya. Dengan tanpa emosi dan cukup tenang saya jawab,”kebetulan saya lagi di jalan dan akan lansung ke Rs. hasan sadikin.” tanpa jawaban dari dia telepon terputus, selang beberapa saat datang SMS bunyinya,” Mohon maaf, kita belum bisa antar alatnya sebelum ada yang bertanggung jawab di keuangan kimia farma. Salam prof. Kuncoro.” Sms ini tidak saya jawab dan komentari. Yang saya lakukan adalah berdoa kepada Allah agar mereka yang berbuat jahat semoga diberi petunjuk atas segala kesalah dan kekeliruan yang mereka lakukan. Semoga Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang memberi cahaya pada mereka, semoga tidak ada korban lagi yang jatuh akibat perbuatan mereka. Inilah perubahan prilaku yang saya rasakan , rupanya apa yang saya amalkan saat ini Allah Swt. Menunjukkan hikmahnya  dimana sifat emosi dan marah berubah menjadi sabar, tenang, dan tidak ada rasa balas dendam. Di sini saya bener-benar bersyukur atas Rahmat Allah Swt. Yang telah memberi hikmah tentang akhlakul karimah. Amin.

Read More...

Jumat, 21 Oktober 2011

HATI-HATILAH DENGAN HARTA

Kisah ini aku tulis dan ringkas dari ceramah seorang kyai di kota-ku kira-kira lima bulan yang lalu atau tepatnya tanggal duapuluh empat bulan Juni tahun dua ribu sebelas. Bila dalam tulisan ini ada salah kutip atau salah sumber mohon maaf dan segera beritahu saya untuk di update. Aku tertarik karena ada korelasinya  dengan keadaan saat ini. Pak kyai memulai dengan contoh pertanyaan dari majelis ta’lim ibu-ibu, pertanyaannya sebagai berikut :"pak Ustad,kenapa ya ,Allah itu tidak menepati janjiNya". Dengan sepontan pak ustad menjawab, “ibu segera beristighfar”. Lalu ibu tersebut  beristighfar dan menjelaskan , hampir tujuh tahun saya berdoa sampai sekarang belum di karuniai anak. Lalu ustad menjelaskan hakekat doa, syarat-syarat doa di kabulkan dll.  Memang Al Quran menyebutkan “ berdoalah kepada Ku niscaya akan Aku  kabulkan”.
Point ke dua beliau menerangkan sebagai berikut di dalam hadist  diceritakan, seorang (serombongan) pergi berhaji sesampai di Mek’kah mereka mengucapkan Talbiyah dengan khusuk dan Allah memerintahkan para malaikat menyambut doa mereka dan menerima permohonan mereka,disisi lain ada  seorang (serombongan) yang berhaji dan mengumandangkan talbiyah namun Allah memerintahkan para malaikat untuk menolok permohonan mereka. Dalam kisah ini rupanya mereka datang berhaji dengan harta/uang  yang  tidak jelas (korupsi).  
Dilain kisah, dalam hadist  Qudsi diceritakan, seorang  wajahnya kusut, rambutnya tak terurus berjalan dibukit yang tandus dan gersang , sesampai di atas bukit dia mengangkat tangannya seraya bermohon dan berdoa dengan suara yang lantang dan memelas, dari kejauhan terdengar oleh beberapa sahabat dan kasihan melihatnya ketika mereka akan memberi pertolongan tak lupa mereka bertanya kepada Rasulullah tentang orang tersebut, Rasulullah saw bersabda,’orang itu adalah dulunya seorang kaya yang koruptor dan sombong’ sehingga Allah tidak akan mengabulkan doanya. Itulah salah satu alasan doa kita tertolak maka waspadalah apabila harta yang dimiliki banyak unsur haramnya. Kita tidak perlu putus asa karena Allah itu Maha Rahman dan Rahim dan sangat sayang pada manusia asalkan kita mau secepatnya kembali kejalan yang benar dan lurus dan berpegang teguh pada Al quran dan hadist. Solusi  yang kita lakukan ialah secepatnya kembali kejalan Allah Swt dengan melakukan Taubatan Nasuha yaitu taubat yang sebenar-benarnya dengan berusaha keras menyucikan hati, fikiran dan perbuatan setulus-tulusnya kepada zat Yang Maha Suci. Kesucian itu haruslah kita jaga terus agar benteng pertahanan kita tidak dapat ditembus/dirusak oleh iblis la’natullah. Insya Allah dengan pertolongan Yang Maha Kuasa kita selalu dalam taubatan nasuha dan selalu dijalan sirothal mustaqim, amin ya Allah, amin ya mujibatsailin.   
Read More...

Senin, 17 Oktober 2011

AKU TERINGAT NASEHAT KH. ARIFIN ILMAM

Pada hari Senin tanggal sepuluh bulan Oktober tahun dua ribu Sepuluh ketika aku berjalan dari lapangan parkir menuju tempat absen seperti biasa aku menaiki anak tangga teras lobby, Allah mentakdirkan aku tersandung pada anak tangga teras dan terjatuh dengan posisi mau tiarap kedua lutut menyentuh lantai teras, kedua telapak tangan juga menyentuh lantai teras dan kepala Alhamdulillah hanya nempel didinding dan dengan izin Allah tidak terbentur. Sinkronisasi kejadian dari mulut aku keluar ucupan ZIKIR inilah  pengalaman spiritual hari ini yang aku rasakan ketika aku lihat telapak tangan ku tak ada yang lecet hanya lutut kiri ku yang sedikit terasa linu dan saat aku bangun dan berjalan Alhamdulillah dapat berjalan dengan normal. Disinilah aku teringat akan makna ZIKIR yang pernah aku dengar dan maknahi yang disampaikan Ust. Arifin Ilham pada siaran TV kisahnya begini; Suatu subuh aku mendengar ZIKIR ,ceremah dan  nasehat  yang di sampaikan oleh ust. Arifin, enta kebetulan atau sengaja nasehat itu antusias dan senang sekali saya mendengarnya . Beliau menyampaikan “ ibu,bapak  dan hadirin perbanyaklah ZIKIR mengingat Allah kapanpun dimanapun dalam suasana dan situasi apapun mari kita ber ZIKIR dengan sebebar-benarnya kepada Allah Swt.”  Allah Yang Maha Kuasa mencintai orang-orang yang ber-zikir dan malaikat senantiasa menjaganya. Beliau menjelaskan bahwa di pesantrennya ada kegiatan olahraga bulutangkis, setiap pemain dibiasakan dalam kondisi  ber wudu’ dan saat memukul atau mengejar  bola dianjurkan ber-ZIKIR demikian aturan main yang mereka sepakati dan buat. Ustad menjelaskan mari kita lakukan aktivitas kita dimulai dengan menjaga  wudu’ dan senantiasa  ber-ZIKIR pada Allah Swt. Dan ini sesuai dengan firman Allah Swt. “ Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi dan pergantian malam dan siang menjadi tanda (atas kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal/ berfikir. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah pada saat berdiri, duduk dan berbaring; dan mereka memikirkan kejadiaan langit dan bumi ,(sambil berkata): ya Tuhan kami, bukanlah Engkau jadikan ini dengan percuma (sia-sia), Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksaan  neraka.  ( QS. Ali-Imran( 3) : 190 -191). Kita harus berusaha menjaga kondisi yang baik sebelum datang  sakaratul maut untuk mencapai  hal itu,  tidak biasa dengan santai harus berusaha meningkatkan amal- ibadah  dan memperbanyak ZIKIR kepada Allah. Bila saatnya dipanggil kita masih mampu menyebut asma Allah sehingga kita mendapat khusnul khotimah dan jangan sampai kita mati dalam kondisi yang menyedikan  atau su’ul khatimah ,nau’zubillah min zaliq.
Read More...

Jumat, 23 September 2011

SAKIT MERUPAKAN COBAAN DAN UJIAN

Bagi orang yang beriman akan memandang sakit sebagai salah satu ciptaan Allah yang ditimpahkan kepada manusia dan mereka harus ikhlas menerimanya sebab sesuatu yang Allah timpahkan pasti ada maksudnya.  Banyak ayat dan hadist yang menerangkan tentang rahasia dibalik sakit ini. Salah satu hikmah dari sakit  ialah sebagai ujian dan cobaan untuk membuktikan siapa saja yang benar-benar beriman. Al-Quran menjelaskan setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah, tidak akan dibiarkan begitu saja dengan pengakuannya ini. Karena  Allah Swt. Akan memberi bermacam-macam cobaan untuk membuktikan sampai sejauh mana kebenaran pengakuannya itu. Mari kita simak ayat berikut :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: kami telah beriman “, sedang mereka tidak diuji lagi? ( QS. 29 :2 )
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta di goncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)    (QS 2 :214 ).
Demikian Allah Swt. Akan menguji hamba-hamba-Nya dengan kebaikan dan keburukan. Dia menguji manusia berupa kesehatan, agar mereka bersyukur dan mengetahui keutamaan Allah serta kebaikan-Nya kepada manusia. Kemudian Allah Swt juga akan menguji manusia dengan keburukan, seperti sakit dan miskin, agar mereka bersabar dan memohon perlindungan serta berdoa kepada-Nya.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-oang yang sabar, Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mereka itulah (orang-orang) yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan  mereka, dan merka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ( QS 2: 155-157)
Sebagian orang menganggap sakit adalah suatu malapetaka atau kutukan Allah yang dijatuhkan kepadanya. Tidak sedikit orang yang takkala ditimpa suatu penyakit menjadi putus asa, kehilangan pegangan bahkan buruk sangka kepada Allah swt. Lalu timbul rasa tidak puas kepada Allah, merasa dengan sakitnya tersebut Allah bersikap tidak adil, sehingga ia tidak lagi menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai hamba Allah.
Dalam pandangan islam, penyakit merupakan cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya. Ketika seseorang sakit disitu terkandung pahala, ampunan,dan akan mengingatkan orang sakit  kepada Allah Swst. Dari Aisyah r.a, Rasulullah bersabda “Tidak ada musibah yang menimpa diri seseorang Muslim, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya, sampai-sampai sakitnya karena tertusuk duri sekalipun.” (HR. Bukhari).
Bagi seorang mukmin, jika semakin dekat kepada Allah dan semakin dicintai Allah, maka Allah menambah ujian baginya. Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang sahih, “sesungguhnya manusia yang paling banyak mendapatkan ujian adalah para nabi, kemudian para manusia pilihan. Mereka diuji sesuai dengan kadar keagamaannya. Jika agamanya kokoh, maka semakin ditambah ujiannya.”
Mari kita lihat cuplikan cobaan yang di derita nabi Ayub yang terserang penyakit para sampai orang jijik  dan membuangnya jauh-jauh.  Namun ada manusia yang tulus dan selalu mendampinginya yaitu istrinya Rahma. Suatu ketika Rahma bertanya,” Wahai suamiku, mengapa engkau masih tabah beribadah kepada Allah sedangkan Ia telah menyiksamu sekian lama.” Nabi Ayub menjawab,” Sesungguhnya tidak pantas aku kecewa karena sakit selama tujuh tahun ini, sementara sudah delapan puluh tahun lamanya aku menerima nikmat sehat dari-Nya, dan nikmat hidup dengan penuh kesenangan dan rezeki.”
Sekarang kita faham bahwa cobaan itu diciptakan Allah antara lain untuk mengingatkan manusia terhadap rahmat-rahmat yang telah diberikaNya. Apakah selama ini kita mensyukurinya?. Jadi, Allah beri penyakit agar kita dapat menyadari bahwa selama ini kita telah diberi rahmat sehat yang begitu banyak.Namun kesehatan yang kita miliki itu seringkali diabaikan, bahkan mungkin disia-siakan. Padahal ia mempunyai harga yang sangat bernilai tiada tolak ukur dqn bandingannya. Bila kita jatuh sakit, barulah kita insyaf  betapa besar harga kesehatan itu bagi diri kita.
Disamping itu, sakit juga digunakan oleh Allah Swt.  Untuk memperingatkan manusia atas dosa-dosa dan perbuatan jahatnya selama hidup di dunia. Kalau dahulu dia tidak pernah berfikir tentang dosa dan pahala, maka disaat sakit seperti ini biasanya manusia teringat akan dosa-dosanya sehingga ia berusaha untuk bertobat dan memohon ampun kepada Allah yang Maha Kuasa. Bagi manusia yang beriman, sakit merupakan alat control naik-turun keimanannya  atau dijadikan alat ukur kasih sayang Allah padanya. Lewat sakit Allah menengurnya, maka ia berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan iman dan taqwanya. Kalau munusia itu mempunyai kesadaran ingin kembali kejalan Allah dan ingin bersama Allah itulah tandanya Rahmat Allah telah mampir kedirinya lewat  teguran sakit. Wa’laulam .
Read More...