text ku

YA ALLAH...YA ALLAH...YA ALLAH

Rabu, 25 Juli 2012

KEUTAMAAN SHALAT JAMAAH DI MASJID


Rasulullah Saw sangat menganjurkan ummatnya terutama laki-laki untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Kenapa, karena Allah akan memberi kita pahala yang sangat banyak untuk bekal akhirat jika kita aktif ke masjid, melaksanakan shalat berjamaah. 
Diantara pahala-pahala yang akan kita dapat sbb :
1.       Pahala langkah kaki
a.       Setiap satu langkah satu pahala dan
b.      penghapus dosa
“Sesungguhnya jika seseorang diantara kamu berwudhu dengan baik kemudian ke masjid dan tidak ada niatan kecuali untuk shalat maka dia melangkahkan kakinya satu langkah kecuali pastilah Allah mengangkat dirinya satu derajat dan menghapuskan dari dirinya satu dosa sampai dia masuk masjid”. (HR. Ibnu Majah)
2.       Keutamaan shaf pertama ( bagi pria )
” Seandainya mereka tahu pahala yang didapat shaf pertama niscaya mereka berundi untuknya”.  (  HR. Ibnu Majah)
”sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk yang terakhir, dan sebaik-baik shaf perempuan adalah yang akhir dan yang paling buruk yang pertama”.  (HR. Muslim)
3.       Pahala menunggu di masjid
Orang yang menunggu shalat di masjid diberi pahala seperti sedang shalat.

“ Dan seseorang akan tetap dianggap sedang shalat selama waktu menunggu shalat”. (HR.Bukhari)

4.       Pahala istimewa berjamaah Subuh dan Isya

“ Barang siapa menghadiri shalat berjamaah Isya (di masjid),seakan-akan dia shalat bertahajud setengah malam, dan barang siapa yang menghadiri shalat jamaah subuh (di masjid) seakan-akan dia bertahajud semalam suntuk “. (HR. Muslim dan Tirmizi)

5.       Bonus pahala 27 lipat untuk berjamaah dhuhur, asar dan magrib

“Shalat jamaah itu lebih baik 27 derajat dari shalat sendiri “.( HR. Muslim)

6.       Di doakan oleh para malaikat, sejak sampai masjid dan ketika menunggu shalat

“Para malaikat terus mendoakannya selama dia masih berada di tempat shalat itu, doanya: Ya Allah sejaterakan dia, ya Allah rahmati dia.”  (HR. Bukhari )

7.       Pahala bagi yang hatinya tertaut dengan masjid
Mereka diberi naungan dihari qiyamat.

“ Ada 7 golongan yang akan dapat naungan Allah di hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,salah satunya ialah : orang yang hatinya terpaut dengan masjid”. (HR. Bukhari )

Tanda-tanda orang yang hatinya tertaut dengan masjid,  antara lain :
·         Aktif ke masjid di kampungnya
·         Mencari masjid jika tinggal di tempat baru
·         Membangun masjid jika di tempat domisilinya belum ada masjid

8.       Diberi kesaksian sebagai mukmin
Jika kamu menyaksikan orang yang aktif ke masjid maka berikanlah kesaksian bahwa dia adalah orang yang beriman,sebab Allah berfirman :”Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat …. “( QS. At-Taubah/9 : 8)

9.       Ketika sakit atau bepergian diberi pahala penuh,seperti yang diterima tiap hari dalam kondisi normal, meskipun dia tidak pergi ke masjid.

“ Apabila seorang hamba biasa melakukan amal kebaikan lalu (suatu ketika) terhalang oleh sakit atau perjalanan maka dituliskan untuknya pahala-pahala kebaikan yang biasa dilakukan ketika dia sehat dan tidak berpergian”. (HR. Abu Daud)

10.   Terbebas dari salah satu sifat munafiq
Yaitu : sifat malas ke masjid,
 sesuai dengan sabda nabi Saw:

“ Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq daripada sholat subuh dan shalat isya. Sendainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi (masjid tempat) kedua shalat itu meskipun dengan merangkak”. (HR. Bukhari )

Dari ibnu Masud :
“Barang siapa besok ingin berjumpa Allah dalam keadaan (diakui) sebagai muslim, maka hendaklah menjaga shalat-shalat itu yang orang diseru (adzan) untuknya.  Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan untuk nabimu pelaksanaan shalat-shalat itu termasuk jalan-jalan petunjukNya, seandainya kamu pada shalat dirumah sebagaimana orang yang absen (dari shalat jamaah di masjid) itu shalat dirumahnya berarti kamu telah meninggalkan sunnah nabi saw, dan jika kamu meninggalakan sunnah nabimu tentu kamu jadi sesat…Dan sesungguhnya kamu telah menyaksikan kami (para sahabat) yang mana tidak ada orang yang absen (dari shalat jamaah) kecuali orang munafiq yang kemunafiqkannya sudah dikenal. Dan sesungguhnya dulu ada orang yang kondisi jasmaninya sudah lemah lalu dipapah dan didirikan di dalam shaf  agar ikut berjamaah”.   (HR. Muslim)

Pengalamanku dalam perjalanan dinas ke daerah-daerah di Indonesia, aku melihat di setiap daerah terdapat  masjid yang bagunannya indah dan besar. Bila suatu ketika sahabat ikhwan shalat subuh berjamaah alangkah kagetnya kita, masjid yang begitu besar hanya terisi  beberapa shaf saja. Ya Allah, kok sulit sekali ya sahabatku shalat subuh berjamaah, begitulah yang terucap dalam hati sambil  istighfar dan diikuti dengan doa,” ya Allah betapa besar rumah-MU ini tapi hanya sedikit yang mau hadir shalat subuh berjamaah, bimbinglah kami ya Allah dalam cahaya dan hidayah MU agar mudah langkah kami menuju masjid ”.
Kenapa ini terjadi , kalau dihubungkan dengan keimanan tentu merupakan urutan pertama.  Namun ada trik-trik yang harus kita lakukan agar kemauan untuk berjamaah shalat subuh yang penuh berkah dan paling besar keutamaannya dibanding  shalat wajib yang lain. Supaya shalat subuh berjamaah dapat terlaksana dan terus terjaga maka perlu kita antisipasi langkah-langkah dibawah ini :
·         Usahakan tidur lebih cepat dari kebiasaan tidur anda, jangan habiskan waktu dengan tayangan TV yang tidak bermanfaat, jangan ngobrol dan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat setelah waktu isya.
·         Untuk tahap awal harus memaksakan diri bangun pagi sebelum azan shubuh, gunakan weker  atau  alarm HP mu stel 1 jam sebelum waktu subuh.
·         Bila alarm sudah berbunyi , lalu bangun dan alarm dimatikan maka  jangan coba-coba tiduran lagi engkau pasti tertidur ( pengalaman ku ) maka hindari yaa…
·         Segera baca doa bangun tidur
·         Bersiap ke kamar mandi untuk hajat kecil / besar , gosok gigi dan berwudu’ lah dengan tenang , sebaiknya gunakan  air yang dingin (untuk terapi ngantuk)
·         Langkah 1 s/d 5 di atas lakukan 2 atau 3 minggu berturut-turut Insya Allah akan terbiasa.
·         Niatkan untuk tetap hadir di waktu subuh plus Isya
·         Tambah wawasan dan ilmu dengan membaca sirah nabi dan sababat
·         Usahakan membaca Alquran dan terjemahannya
·         Usahakan membaca hadist-hadist yang berhungan dengan shalat dan keutamaannya
Bila tip ini dapat kita laksanakan Insya Allah shalat subuh berjamaah pasti kita tunggu dan rugi rasanya untuk melewatkannya  walau hanya sekali, karena kita sudah merasa nyaman dan dekat dengan Allah Ta’ala. Tugas kita ialah berusaha mencari hidayah Allah agar dapat mengantarkan kita kepada khusnul khotimah. Fastabikul khairat.
Akhirnya, yang benar datang dari Allah dan yang salah/keliruh itu berasal dari diri ku yang lemah dan serba kurang. Mohon maaf atas semuanya. Amin.
Read More...

Jumat, 20 Juli 2012

TAHIYATUL MASJID



Saum ramadhan sudah di ambang pintu, suatu kebiasaan yang baik di daerah pedesan menjelang datangnya bulan suci ramadhan mereka melakukan aktivitas  kerja bakti  kegiatan renovasi, mengecat dan mempercantik masjid. Tujuannya agar bersih, rapih dan nyaman saat beribadah. Mereka berharap selama bulan ramadhan jamaah terus memakmurkan masjid. Suatu ketika saya pernah melihat dan mengalami sendiri di suatu kecamatan tepatnya di kotafajar banyak diantara penduduk yang tidak bekerja selama bulan ramadhan, tanya-sana tanya-sini ternyata mereka sudah mempersiapkan materi sandang dan pangan selama bulan ramadhan. Ramadhan benar-benar di manfaatkan untuk beribadah baik di siang hari apalagi dimalam hari. Dari hasil pemantauan saya ada beberapa hal yang terlupakan oleh para  jamaah ketika sudah berada di dalam masjid. Banyak hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan namun jamaah tetap saja mengerjakannya. Padahal kita masuk ke masjid dengan kaki kanan seraya ber doa,” Allaahummaftah lii abwaaba rahmatik” artinya ya Allah, bukakanlah pintu Rahmat-MU. Di lanjutkan shalat dua rakaat sebagai penghormatan  kita masuk rumah Allah pada sesi ini seharusnya kita gunakan untuk ibadah, zikir, doa, baca quran, munajad dll. Optimalkan kondisi tahiyatul masjid kita sampai selesai shalat fardhu  dan bila keluar masjid dengan kaki kiri seraya berdoa ,” Allaahumma inni as-aluka min fadl lika” artinya ya Allah, sesungguhnya aku mohon karunia dari –MU. Dengan demikian kita terhindar dari perbuatan, ucapan-ucapan dan canda-canda atau bisik-bisik dunia yang tak bernilai disisi Allah Swt. Dibawah ini  saya coba kutip pendapat para ulama, hadist dan diakhiri dengan pendapat sufi.

“Orang-orang yang memakmurkan masjid Allah selalu menjadikan hati mereka bergantung kepada Allah yang Mahasuci.”     Hakam bin Umair

Dalam satu hadist disebutkan,”Masjid adalah rumah orang-orang yang bertaqwa. Barang siapa yang menjadikan masjid sebagai rumah, ruhnya dijamin oleh Allah, diberi ketenagan, dan diberi keselamatan ketika melintas sirath.”

Malik bin Dinar berkata,”Seandainya bukan karena ingin buang air, aku tidak akan keluar dari masjid, baik siang maupun malam. Aku mendapat khabar bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman, sesungguhnya, Aku bermaksud menimpakan azab kepada hamba-hamba-Ku. Namun, Aku melihat orang-orang yang senantiasa memakmurkan masjid, membaca Al Quran, dan pemuda-pemuda islam yang bermusyawarah di dalam masjid. Karena itu, Aku menahan Murka-KU.”

Said bin Al Musayyab pernah ditanya,”manakah yang lebih engkau sukai menghadiri shalat jenazah atau itikaf di dalam masjid?,” Dia menjawab,”Itikaf di masjid lebih aku sukai karena para malaikat memohonkan ampunan untukku selama aku duduk di dalam masjid. Permohonan ampunan dari para malaikat lebih bernilai darpada sekedar mendapat sekerat, dua atau tiga pahala dari melaksanakan shalat jenazah.”

Mari kita dengar pendapat para sufi tentang kedudukan masjid. Mereka menganggap makruh melakukan percakapan selain urusan agama di dalam masjid. Untuk mengajar murid-muridnya mereka lakukan diluar masjid. Karena masjid harus digunakan sebagai tempat pengabdian kepada Allah melalui ritual-ritual suci. Dan mereka benar-benar menempatkan masjid untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah.
Inilah pendapat para ahli hikmah dan sufi tentang kedudukan dan keutamaan masjid, bagi kita yang masih rendah pemahaman dan penghayatan keagamaan minimal tidak   membiasakan / menyengajakan tidur di masjid setelah shalat fardhu berjamaah,  ngobrol hal-hal yang tidak  bermanfaat. Semoga Allah Swt melimpahkan RahmatNya.

Read More...

Rabu, 18 Juli 2012

MENYAMBUT RAMADHAN 1433 H


Insya Allah Saum Ramadhan 1433 H akan segera kita mulai, kemungkinan akan terjadi perbedaan pada saat memulai saum, dimana  Muhammadiyah telah memutuskan hari jumat 20 Juli 2012 dan Pemerintah Sabtu 21 Juli 2012. Jadikan perbedaan sebagai suatu Rahmat, untuk kedepan pemerintah harus lebih intensif melakukan lobi, diskusi-diskusi agar sistim penentuan satu  ramadhan  bisa diadopsi dari kedua sistim yang ada. Mari kita sambut Saum Ramadhan ini dengan hati yang suci, fikiran yang jernih dan perbuatan yang di Ridhai Allah Swt. Saum secara rutin tiap tahun kita jalani akan tetapi berapa nilai dari saum kita hanya Allah Swt yang tahu. “ Banyak orang yang berpuasa namun hanya lapar dan dahaga yang mereka dapat”, firman Allah.  Perintah puasa hanya ditujukan pada orang-orang yang beriman dan efek atau hasil dari puasa tersebut ialah Taqwa, firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu mudah-mudahan kamu ber Taqwa” (QS2:183).
Ternyata  untuk mencapai derajat “TAQWA” ini bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan kemauan untuk merubah mainset, misalnya kita setting dalam benak kita bahwa  “ hidup ku dan mati ku hanya untuk Allah”. Dalam kehidupan modern ini kekuatan materi sangat besar mempengaruhi hidup kita. Bagi sahabatku yang cinta pada Allah dan RasulNya jadikanlah dunia dan isinya sebagai sarana atau kendaraan untuk mencapai kampuong akhirat. Materi tetap kita butuhkan dalam kehidupan di dunia ini,namun bukan tujuan utama, bila iman sudah menyatuh pasti sebagian dari rezeki yang kita miliki akan dikeluarkan pada jalan Allah. Dengan cara ini insya Allah akan berkah dan diridho Allah Swt.
Perjuangan yang terberat di bulan Rahmadhan ini ialah perjuangan melawan hawa nafsu. Dan ini pernah disampaikan Rasulullah dihadapan para sahabat,”Kita telah berhasil menang dalam peperangan yang dasyat dan besar ini tapi masih ada peperangan / perjuangan yang paling berat yang akan menghadang kita.” Sahabat bertanya,” Perang apa lagi ya Rasulullah”. Rasulullah menjawab, “Perang melawan hawa nafsu”. Inilah PR umat islam dari zaman kenabian sampai zaman kita sekarang. Walaupun Iblis telah dilaknat namun mereka masih eksis sampai dunia ini berakhir karena iblis bernegosiasi kepada Rabb, mereka ikrar akan menggoda ummat manusia untuk menemani mereka di neraka nanti setelah hari kiamat. Allah pun mengabulkan permintaannya itu, dengan catatan kamu tidak akan mampuh mengoda manusia-manusia sholeh dan ikhlas kepada Allah Azza wajallah.
Melatih dan memupuk kesabaran harusnya bisa kita mulai di bulan Ramadhan ini karena bulan ramadhan merupakan pusat tranning fisik dan spiritual kita. Kita mulai bagun malam untuk saur, setelah saur kita langkahkan kaki menuju masjid untuk shalat subuh berjamaah, pulang kerumah tadarus al quran, pagi hingga sore mencari nafkah dalam kondisi lapar dan dahaga, setelah berbuka, malamnya ke masjid untuk taraweh. Bila kita cermatih siklus rutin selama satu bulan ini, akan terasa peningkatan pemahaman keagamaan, spriritualitas juga meningkat dibarengi dengan peningkatan rasa sabar dan ketenangan. Mengapa?, karena kita telah bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah sesuai dengan ketentuan dan ikhlas menjalankannya . Maka dari itu kita harus menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong kita seperti firman Allah, ”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.” (QS. 2 : 45)
Bila kita telah bersungguh-sungguh Insya Allah derajat TAQWA yang di janjikan Allah akan dapat kita capai. Apa saja indikatornya.
Sebagai ilustrasi, marilah kita perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Quran tentang ciri atau indikator orang-orang TAQWA, khususnya yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 1 - 5 dan surat  Al - lmran ayat 133 -136 sebagai berikut :
1.      Orang yang beriman kepada yang Ghaib.
2.      Orang yang mendirikan Shalat.
3.       Orang yang menginfakkan sebagian Rezekinya
4.      Beriman kepada Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada para Nabi Allah sebelum Nabi Muhammad SAW.
5.      . Beriman kepada Hari Akhirat.
indikator TAQWA dalam QS(.3): 133 - 136, yang bila dikaji lebih dalam akan lebih menambah bobot kemuliaan orang-orang bertaqwa itu sendiri dan akan lebih berdampak positif bagi manusia lain dan lingkungannya.
 Taqwa dalam surat Al Imran: (133-136) sbb:
1.      Orang yang menginfaqkan sebagian hartanya dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah
2.      . Orang orang yang dapat mengendalikan amarahnya.
3.      Orang-orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain.
4.      Orang yang segera taubat bila berbuat salah atau dosa
Selanjutnya Allah SWT menyatakan bahwa orang bertaqwa adalah orang-orang yang berbahagia. Orang-orang berbahagia disebut sebagai Al-Muflihuun yang secara harfiah berarti orang-orang yang memperoleh Kemenangan.
Kemenangan disini adalah kemenangan dalam melawan jeratan nafsu keserakahan, nafsu kekuasaan, nafsu syawat. Kemenangan karena lolos dari berbagai jeratan dunia. Kemenangan seperti inilah yang pada hakekatnya dicapai oleh orang yang bertaqwa lewat ibadah puasa sebulan penuh. Sebagai orang yang telah meperoleh kemenangan, maka pantaslah orang bertaqwa selesai berpuasa di bulan Ramadhan ini merayakan ledul Fitri dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.
Harapan kita,semoga madrasah ramadhan kali ini menjadi spirit bagi kita untuk meningkatkan iman, amal saleh, hablumminallah wa hablumminanas sehingga akhir ramadhan kita menjadi orang-orang yang Taqwa. Dan nikmat merayakan kemenangan di bulan syawal .Aimn.
Read More...

Selasa, 05 Juni 2012

GELOMBANG OTAK


Salah satu  dari angota tubuh yang perlu kita perhatikan adalah otak . Kekuatan otak sangat luar biasa, potensi otak dapat digunakan untuk merahi ilmu pengetahuan,disamping itu bagi para praktisi meditasi, telepati, hipnotis gelombang otak ini mereka latih dan manfaatkan dalam latihan dan praktek mereka.  Otak kita setiap saat menghasilkan Impuls-impuls listrik yang lebih dikenal sebagai gelombang otak. Besarnya frekwensi impuls akan menentukan jenis gelombang otak, apakah gelombang beta, alfa, theta dan delta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Dalam kondisi tertentu misalnya, meditasi; saat meditasi secara sadar kita mengatur jenis gelombang otak mana yang ingin kita hasilkan. Setiap orang mempunyai pola gelombang yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi keempat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu.
1.      Gelombang BETA
Beta adalah gelombang otak yang frekwensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berfikir secara sadar. Kita menggunakan gelombang beta untuk berfikir , berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Walaupun gelombang beta merupakan satu komponen yang sangat penting dari kondisi  kesadaran kita, akan tetapi bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan gelombang ini, tanpa didukung oleh frekwensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekwatiran dan ketengangan, dan proses berfikir yang tidak focus.
 Ada tiga jenis gelombang beta :
1.      Beta rendah    12 – 15 HZ
2.      Beta medium  16 – 20 HZ
3.      Beta tinggi       21 – 40 HZ
2.      Gelombang ALFA
Alfa adalah gelombang yang frekwensinya sedikit lebih lambat dibanding dengan gelombang beta, yaitu 8 – 12 HZ. Gelombang alfa berhungan dengan kondisi fikiran rileks dan santai. Alfa ini pintu gerbang bawah sadar.
 3.      Gelombang theta
Theta adalah gelombang otak pada kisaran frekwensi 4 – 8 Hz. Yang dihasilkan oleh fikiran bawah sadar (subconscious mind) salah satu kemunculan gelombang theta saat kita bermimpi. Bila dalam bermeditasi kita bisa berhasil masuk ke kondisi theta, maka kita akan mengalami kondisi meditatif yang dalam , seperti keheningan, ketenangan, kedamaian dan puncak kebahagiaan menurut pratisi meditasi.
4.      Gelombang Delta
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekwensi 0,1 – 4 HZ, dan merupakan frekwensi dari pikiran nirsadar (unconscious mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik.  Gelombang delta sering tampak dalam diri seorang yang profesinya bertujuan membantu orang lain, yang  perlu memahami kondisi mental psikologis, atau emosi orang lain.
Read More...

Kamis, 31 Mei 2012

PELABUHAN NELAYAN LAMPULO




Assalam mualaikum Wr.wb.
Pada tanggal 10 - 05 - 2012 aku ke Banda Aceh menghadiri wisuda Ananda Ridza W.A di Universitas Syiah Kuala Fak Kedokteran. Ke biasan ku di Bandung ialah shalat Subuh berjamaah ke Masjid. Alhamdulillah Selama di Banda Aceh ke biasaan baik ini dengan izin Allah Swt dapat juga terlaksana. Suatu hari yaitu Minggu pagi, pulang shalat dari Masjid anak ku mengajak jalan pagi. Kebetulan tempat tinggal kami di Lampulo, jarak ke pelaubahan ikan atau pasar tempat lelang ikan  kurang dari 1 Km. Perjalanan di pagi yang masih fajar menyingsing ini benar-benar saya nikmati, hitung-hitung mengenang waktu masih tinggal di Sinabang kurang lebih empat puluh tahun yang lalu. 
Aku melihat suasana di Pelabuhan, speedboot atau motor nelayan yang sandar untuk menjual hasil tangkapannya sangat ramai dimana hasil tangkapan nelayan tersebut sangat bervariasi dari mulai ikan yang kecil sampai kepada ikan yang besar termasukjuga jenis  cumi.- cumi, udang serta kepiting. Aktivitas di pelabuhan atau pasar ikan ini benar-benar ramai karena pembelinya bervariasi ada yang borongan, ada yang pedagang yang menjual lagi dengan sepeda motor dan ada juga pembeli eceran pokoknya mereka melayani semua keperluan konsumen. Rasanya aku ingin berlama-lama nongkrong di Pelabuhan namun waktu telah menunjukkan jam 7 pagi aku segera kerumah untuk melakukan aktivitas yang lain. sampai jumpa di lain kesempatan... wassalam.
                                   





Read More...

Rabu, 30 Mei 2012

KATAGORI PENYAKIT HATI


Dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt ,hati merupakan sasaran utama saat kita beribadah kepadaNya. Seperti yang di sebut dalam firman Allah :
“ Dan barang siapa di dunia ini buta hatinya , maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi    jalannya.”  {QS. Al Israa (17) : 72 }
Ada beberapa tingkatan kualitas yang diinformasikan Allah didalam al quran.  Hati yang jelek, di katagorikan ke dalam 5 tingkatan yaitu,
1.      Hati yang berpenyakit
Orang yang di dalam hatinya ada rasa iri, benci, dendam, pembohong, munafik, kasar, pemarah dan lain sebagainya. Dan ini di informasikan dari Al quran sbb:

“ Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih , disebabkan mereka berdusta.”  {QS Al Baqarah (2) : 10}

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.”  {QS Al Hajj (22) : 53}

2.      Hati yang jelek
Hati yang jelek adalah hati yang mengeras. Hati yang berpenyakit, jika tidak segera diobati akan menjadi mengeras. Mereka yang biasa melakukan kejahatan , hatinya tidak lagi peka terhadap kejelekan perbuatannya. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka kerjakan adalah benar adanya.

“ Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada merka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.”              { QS. Al An’aam (6) : 43}

3.      Hati yang membatu
Hati yang keras kalau tidak segera disadari akan meningkat kualitas keburukannya.  Al Quran menyebutnya sebagai hati yang membatu.

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan dianatranya sunggguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”  {QS. Al Baqarah (2) : 74}

4.      Hati yang tertutup
Hati yang tertup itu bagaikan sebuah tabung resonansi. Jika tertutup , maka hati kita tidak bisa
lagi menerima getaran petunjuk dari luar. Allah berfirman.

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati
mereka.”  {QS.Al Muthaffifin ( 83) : 14}

5.      Hati yang dikunci Mati
Jika hati sudah tertutup maka tingkatan berikutnya adalah hati yang terkunci mati. Sama saja bagi mereka diberi petunjuk atau tidak.

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu , sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan tetap saja mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
{QS. Al Baqarah (2) : 6 – 7 }

Sebaliknya Hati yang baik adalah hati yang mudah bergetar, sebagai mana firman Allah :
“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang nafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” {QS. Al Hjj (22) : 35}
Hati orang- orang yang demikian itu lembut adanya. Mereka gampang iba melihat penderitaan orang lain. Suka menolong.Ttidak suka kekerasan. Penyantun. Dan penuh kasih sayang kepada siapapun.Itulah nabi Ibrahim yang dijadikan teladan oleh Allah serta menjadi kesayangan Allah sebagaimana diinformasikan dalam firman berikut.
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk  bapaknya, tidak lain hanyalah karena suata janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”                                                                 {QS. At Taubah (9) : 114 }
Read More...

Senin, 28 Mei 2012

JIWA YANG BAIK DAN JIWA YANG KEJI


JIWA yang baik itu mempunyai sejumlah tanda, antara lain : Istiqamah dan bersungguh-sungguh, waspada dari kesalahan, rajin beramal, merasa khawatir bila amal-amalnya tidak diterima, dan gelisah jika nantinya tidak meninggal  dalam husnul khatimah. Bila bermunajat kepada Allah, bagaikan orang terseret arus deras yang meminta pertolongan, dan bila berlindung pada Allah, bagaikan seorang tawanan yang pasrah atas nasib dirinya. Sikap tawadhu’(rendah hati) adalah pakaiannya, gelapnya malam adalah tikarnya,dzikir maut (ingat kematian) adalah percakapannya, dan menangis adalah adat kebiasaanya. (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah)

JIWA yang keji dan mungkar mempunyai  sifat berikut : Durhaka kepada Tuhannya, melanggar larangan-Nya, menyia-nyiakan hak-Nya, meremehkan dzikir kepada-Nya, hatinya lalai kepada-Nya, lebih memperturutkan hawa nafsu dari pada mendapatkan  ridha Tuhannya, lebih patuh kepada sesama makluk ketimbang kepada Allah, hak Allah dijadikan pengisi celah-celah hati. Ilmu dan hartanya menjadikan dirinya silau oleh gemerlapnya dunia daripada bertafakur kepada Allah. Terhadap sesama manusia disembunyikannya cela dan kekurangan dirinya, tetapi kepada Allah diperlihatkannya terang-terangan. Dia takut kepada sesamanya dan ingkar (tidak takut) kepada Allah. Dia lebih condong bergaul dengan musuh Allah ketimbang dengan Allah. Jika bersedekah dijalan Allah, maka yang disedekahkan itu hanya sebagian kecil (sedikit sekali) dari yang ia hambur-hamburkan untuk mereguk kepuasan dunia dan popularitas diri. Maka kelak Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada golongan manusia yang seperti ini. (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah)
Read More...

Kamis, 02 Februari 2012

MENGHINDARI DIRI DARI RIYA



Dalam kehidupan ini, salah satu perbuatan yang terindikasi dosa namun tidak menjadi perhatian serius, ialah maksiat hati yang bernama Riya. Dengan adanya nafsu dalam diri manusia maka ia harus berjuang melawan penyakit hati yang cendrung Riya umpanya, Riya dengan ilmu, riya dengan harta dll.
Imam Ali bin Abi Thalib berkata, ” Sesungguhnya orang yang senang riya memiliki tiga ciri :
  1.    Malas ketika sedang menyendiri.
  2.    Semangat beramal saleh ketika bersama orang-orang lain.
  3.    Bertambah semangat apabila dipuji sebagaimana malas apabila dicela.”
 Riya adalah tantangan terberat dalam beramal. Ia sulit dihindari karena pintunya sangat banyak. Ia dapat menyerang siapa saja,laki-laki atau perempuan, kaum terpelajar atau kaum awam. Lawan dari riya adalah ketulusan. Ketulusan tidak dapat diraih dalam waktu yang pendek. Ia memerlukan latihan yang kontinue dan intensif. 

Abu Abdillah Al-Anthaki berkata,” Apabila terjadi hari Kiamat, Allah Swt. Berfirman kepada orang yang suka riya,’ Ambillah pahalamu dari orang yang engkau harapkan memujimu atau engkau inginkan mereka melihatmu!”  Jadi riya adalah maksiat hati yang paling sulit dihindari.  Wallahu 'alam bissawab
           
Read More...

Senin, 19 Desember 2011

GETARAN KALBU DI GURUN PASIR ( 2 )


"Lalu apa yang kau inginkan dariku saat ini?, dan apakah yang harus saya jawab kelak, ketika saya nanti di hadapkan di Mahkamah Allah, dan Dia bertanya tentang kambing dan harganya itu?. Apa yang harus saya jawab, sedang Dia sudah tahu segalanya……?. Sampai disini Abdullah bin Umar masih belum puas, dia terus mencoba keimanan Mujahid tersebut. Dengan suara pelan , sedih dan memelas beliau berkata: “Kau seorang budak yang miskin,tidak memiliki kekayaan dunia sedikitpun! Sedangkan majikanmu kaya, berkecukupan dan menikmati kemewahan, dia tidak akan merasa rugi atau kehilangan seekor atau dua ekor kambing, bukankah dia sudah memeras tenaga dan keringatmu secara kejam. Mungpung ada kesempatan untuk bersenang dan menikmati makan yang serba enak. Kalau ditanya majikan, katakan saja kambingnya diterkam serigala. Wahai saudaraku, sekarang potonglah kambing itu buat kami. Dagingnya kami makan dan uangnya buat kau, semuanya akan kami rahasiakan, sehingga majikanmu tidak akan tahu selamanya”. Nampak rawut kemarahan di wajahnya, dengan suara keras dan sinis dia berkata :”Apa yang menyebabkan engkau mendorong-dorong saya melakukan maksiat kepada  Allah…? Saya tak mungkin menuruti kata-katamu. Demi Allah, engkau bagi saya seakan-akan setan yang berbentuk manusia.”. Suaranya semakin terdengar keras:”Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia, aku tiak akan sekali-kali melakukan perbuatan itu. Biarlah aku hidup dalam kemiskinan harta duniawi, daripada mengorbankan keimananku untuk hal yang bersifat sementara dan cepat musnah. Demi Allah, Dia pasti melihatku, aku tidak mau membutakan mataku dan mata batinku dari penglihatan Allah Yang Melihat. Jika berani menentang kehendakNya maka bisa-bisa aku jadi kafir tanpa aku sadari. Pengembala itu menundukkan kepalanya, seakan-akan enggan melihat tamu yang ingin menjerumuskannya kepada dosa dan maksiat.
Sampai disini Abdullah bin Umar masih mencoba menggoda lelaki yang ada dihadapannya untuk mengetahui kekuatan imannya dan keteguhan hati nuraninya :”Sudah aku katakan kepadamu, kau ini miskin”. Bukankah nabi pernah bersabda: “hampir saja kemiskinan itu menarik orang menuju kekafiran”. … dan aku telah berjanji padamu, tidak akan menceritakan kepada majikanmu tentang kambing dan uang itu. Kesabaran Mujahid si penggembala miskin itu sudah sampai pada puncaknya, meledaklah marahnya, bagai singa yang sedang mengamuk dan gunung api yang memuntahkan laharnya, dia berteriak dengansuara yang sangat keras ke muka Abdullah bin Umar:”Kalau keadaannya demikian, lalu dimanakah ALLAH………?Dapatkah kita bersembunyi dari intaiannya….?Bukankah Dia melihat segala yang kita lakukan…..?Lalu dimana ALLAH….. dimana  ALLAH…… di m a n a…….? Air mata mujahid itu mengucur deras,karena rasa sedih, dan takutnya kepada Allah. Dia masih terus berteriak  dengan suara bergetar dan isak tangis:”Dimana Allah….hendak kita kemanakan Allah…? Bukankah Dia melihat kita . Dimana Allah!!! Dimana Allah…. Dimana Allah!!! Teriaknya terus bergema dipadang pasir luas yang panas dan gersang itu .
Abdullah bin Umar dan Abdurrahman bagai baru terbangun dari tidur yang panjang. Keduanya terpaku , hati mereka bergetar merasakan sesuat yang sejuk, yang tiada dapat dilukiskan oleh kata-kata, keduanya berpandangan, rasa hormat dan kagumnya bertambah-tambah terhadap lelaki miskin si penggembala itu. Tanpa mereka sadari air matanya meleleh , dan bibir-bibir mereka seakan ada yang menuntun ketika keduanya mengikuti pekikan yang terus bergema itu “Dimana Allah!!Dimana Allah!!!
Padang pasir yang sebelumnya sunyi itu, sekarang dipenuhi oleh suara ketiga insan itu:”Dimana Allah?? Dimana Allah …???Ketika mengucapkan kata-kata itu, ketiganya merasa dekat sekali dengan pencipta-Nya yang Maha Penyayang, mereka seakan-akan bersama dengan Allah,hidup dalam lingkup cakrawala keimanan yang tinggi masing-masing merasa perasaan spiritualnya:”Seolah-olah  aku sedang melihat kerajaan Allah –ku, seolah-olah aku melihat penghuni surga yang saling berkunjung dengan ceria, dan seakan aku mendengar rintihan dan jeritan tangis penghuni api neraka yang hina”.  
Mereka teringat pada sabda Rasulullah saw;”Allah Swt senatiasa menyinari hati orang Mukmin”. Mereka bagaikan berenang dalam lautan cinta Illahi, Allah bersama mereka, dan mereka senantiasa bersama Allah. Seperti firman Allah:”Dan Dia selalu bersama kamu dimanapun kamu berada (QS. 57(Al-Hadid):4)“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS.50 (Qaf) :16)                                                      
Setelah melepaskan rindunya kepada Allah dan menemukan Telaga Ilahi yang baru mereka dapatkan, mereka kembali merasa lebih tenang. Di dalam ketenangan dan kedamaian tersebut Abdullah bin Umar bergumam seakan berbicara kepada dirinya sendiri :” ya junjunganku Rasulullah! Berbahagialah engkau , karena umatmu sesudah paduka pergi masih ada yang tetap pada jalur yang engkau gariskan untuk mereka. Mereka masih tetap dalam pangkuan islam yang hidup, yang benar, yang sehat,islam karyanya, bukan islam bicaranya, islam taqwanya, bukan islam pengakuannya, islam kalbunya, bukan islam lidahnya!! Bergembiralah kekasihku … ya Rasulullah , karena umatmu umat pahlawan yang banyak beroleh berkah, yang mampu menaklukkan hawa nafsu sebelum berhadapan dengan musuh, dan tabah dalam menghadapi godaan nafsu angkara murka. Masih adakah orang yang meragukan, bahwa menaklukan  musuh yang mengalir di dalam aliran darah sendiri, lebih sulit daripada menumpas musuh yang berlindung dibalik perisai dan pedang. Alangkah indahnya kata-katamu, wahai junjunganku, ya Rasulullah, ketika paduka kembali dari medan perang dan berkata :”Kami baru kembali dari medan perang kecil menuju ke medan perang yang lebih besar, yaitu perang melawan hawa nafsu”. Sabda Rasulullah:”Seorang Mujahid yang sebenarnya ialah yang mampu menaklukkan dirinya demi Allah Swt”. ( HR. Turmizi). Allahumma ya Allah, andai doa itu bukan suatu perintah, sudah tentu kita tidak perlu berdoa, bukankah Engkau telah berjanji untuk memenangkan kaum Mukminin itu. Firman Allah: “dan  adalah kewajiban Kami (Allah) untuk memenangkan kaum Mukminin?” (Ar Rum 47) .
Abdullah bin Umar menoleh kepada Mujahid si penggembala Mukmin itu, dan bertanya tentang nama dan alamat majikanya, penggembala itu merasa heran. Walaupun heran, dia beritahukan juga nama dan alamat majikannya, walau dia tidak tahu apa maksudnya. Berdasarkan data yang dia dapat dari si Penggembala, maka tahulah Abdullah bin Umar bahwa majikannya adalah salah seorang tokoh di kota Mekkah yang sudah dia kenal dengan baik.
Sampai  disini, Abdullah bin Umar dan Abdurrahman mohon diri kepada Mujahid untuk meneruskan perjalananya. Ternyata dalam perjalanan mereka benar-benar merasakan kesan yang sangat luar biasa dari peristiwa yang baru mereka alami. Mereka sangat bahagia karena sudah berhasil menemukan Telaga Ilahi, yang tidak sembarang orang dapat menemukan mutiara berharga itu. Seakan-akan tak bosan bibir mereka berkata :”Dimana Allah???!!!!Dimana Allah? Mereka terus mengucapkannya  dengan perlahan…….. ber ulang-ulang…..!
Dalam perjalan yang melelahkan dan meletihkan, akhirnya  sampai juga mereka kekota Mekkah, sahabat Abdurrahman menawarkan istirahat sejenak pulang kerumah. Namun Abdullah menolaknya, dia masuki kampung yang satu terus kekampung yang lain melalui jalan yang sempit, gang, lorong tanpa memperdulikan rasa letih badannya, dicarinya alamat rumah majikan sang penggembala yang mukmin itu, hingga bertemu. Dengan ikhlas di belinya budak dan kambing itu,lalu diumumkannya kepada masyarakat umum bahwa dia telah membebaskan si Penggembala Mukmin itu semata-mata karena Allah, dia serahkan kambing yang dibelinya kepada penggembala itu semuanya tanpa sisa, seraya berkata :”Kebaikan tiada balasannya kecuali kebaikan juga”.(QS Ar Rahman : 60)
Abdullah berjalan menuju rumahnya dan dengan perlahan dan berulang-ulang dia mengucapkan kalimat yang sudah menguasai bathinnya. Dimana Allah…??? Dimana Allah…………..????? Dihari-hari selanjutnya bila dia ketemu sahabatnya dia berkata;”Kalimat itu sudah memerdekakan penggembala itu di dunia, semoga kalimat itu dan amal-amalnya yang lain, yang diisebabkan dari rasa takutnya kepada murka Allah ,akan memerdekakannya di akhirat.
Seseorang tidak akan membangkang kepada Allah, jika dia merasa bersama dengan Allah dan Dia tidak pernah meninggalakannya sekejabpun. Semoga dialah yang dimaksud-Nya dalam firman-Nya : “Laki-laki yang tidak pernah dilalaikan oleh perniagaan atau jual beli dari mengingat-ingat Allah”(QS. An Nur: 37).
Kalbunya memancar terang dengan mengingat asma Allah, dan kerinduan pada-Nya semakin terasa. Kemudian, dia kembali mengulang-ulang : 
                   Dimana Allah….. Dimana Allah…….Dimana Allah...
Dia selalu mengulang-ulang kata-kata itu di sepanjang sisa hidupnya, dan dia menangis bila mengingatnya, sambil berkata : “Demi Allah, itulah kata-kata yang dapat membebaskan seseorang dari api neraka. Demi Allah, itulah kata-kata yang dapat mengantarkan seseorang kepada keimanan yang hakiki. Demi Allah, dia mampu menuntun tangan orang melakukan pekerjaan yang diridhoi Allah Swt. Demi Allah, dia mampu menyampaikan seseorang untuk masuk ke sorga Allah SWT yang tinggi.                        
Read More...

Jumat, 16 Desember 2011

GETARAN KALBU DI GURUN PASIR ( 1 )


Sahabat nabi yang badannya kekar dan berkulit hitam yaitu Bilal, sangat kuat keimanan dan tauhidnya kepada Allah, tak mampu kita rasanya  menghadapi siksaan yang begitu buas yang di lakukan kaum musrikin seperti  dibaringkan di atas pasir yang membara, disiksa dan ditindih dengan batu besar yang panas, walau terasa pedih,sakit dan menyakitkan namun dari mulut beliu hanya keluar terikan :AHAD… AHAD. Teriakan inilah yang mencatat nama beliau dalam sejarah islam.  Setelah selesai era nabi dan sahabat, mari kita coba melihat kisah dizaman tabiin.
Alkisah nun jauh disana dalam perjalanan di gurun pasir yang sangat melelahkan, Abdullah bin Umar dan Abdurrahman sedang mengalami kesulit dalam perjalanannya  menuju Umul Qura kota Mekkah. Mereka kelelahan, haus, tenggorokan kering, bibir pecah-pecah. Mereka benar-benar membutuhkan seteguk air untuk penawar dahaga dan obat dari rasa letih. Betapa hebatnya letih dan dahaga ini sampai Abdullah bin Umar berkata pada sahabatnya: “ demi Allah aku rasanya tak sanggup lagi menahan haus”. Lalu dengan suara yang memilukan Abdurrahman melanjutkan:’Ya Allah, aku tidak tahu lagi apakah perlindungan MU akan datang menjemput kami sebelum kami bertemu ajal’. Allahumma ya Allah alangkah berharganya seteguk air dalam keadaan seperti ini, dan Demi Allah, aku siap membayar harga nya dengan semua harta yang aku miliki. Dalam Al quran Allah berfirman:”Dan kami menjadikan semua yang hidup itu dari air” (QS Al Anbiya :30). Singkat kisah di dalam kesulitan mereka terus berdiskusi membicarakan tentang Rahmat Allah, tiba-tiba keduanya tertegun, karena melihat suatu benda hitam yang bergerak di tengah gurun pasir yang gersang, yang tidak ada tanda-tanda kehidupan.Mereka bersyukur semoga impian kami di Kabul Allah ta’ala. Benda hitam yang mereka lihat ialah segerombolan kambing, seekor anjing yang tengah menjaga,dan  seorang penggembala yang tengah tidur nyenyak di pintu sebuah gua kecil. Anjing penjaga itu menggonggong membangunkan tuannya, ketika melihat orang asing datang mendekati mereka.
Mujahid,penggembala itu terbangun mendengar suara yang ribut, dan setelah mengetahui apa  yang terjadi, dia tersenyum ramah menyambut kedua tamunya dengan hormat dan mempersilahkan tamunya duduk di tempatnya yang teduh, yang hanya memuat dua orang.Melihat kondisi tamunya, penggembala itu tahu, tamunya sudah menempuh perjalanan jauh, letih dan kehausan. Tanpa berkata-kata diperanya susu kambing sehingga baskomnya penuh, dengan ramah susu murni itu dia suguhkan pada kedua tamunya, dan dengan sopannya berkata:”silahkan minum air susu ini, mudah-mudahan dia dapat mengurangi rasa haus dan leti tuan-tuan”.
Dengan tangan gemetar Abdullah bin Umar menerima baskom air susu itu, dan menyerahkan kepada sahabatnya Abdurrahman untuk minum terlebih dahulu,setelah itu baru dia minum dengan sepuas-puasnya,sehingga dahaga dan letih keduanya hilang. Abdullah mengucapkan rasa syukur atas karunia Allah yang telah memberikan seteguk air, yang bagi mereka lebih berharga daripada sebuah kerajaan di bumi. Dia merenungkan nikmat air yang telah diberikan Allah kepada manusia, terutama nikmat air minum yang sejuk, nikmat besar yang sering dilupakan , yang kadang kalah tidak mendapat perhatiaan, nikmat Allah yang akan dipertanyakan di hari kiamat, apakah manusia sudah mensyukurinya? Hadist yang di riwayatkan abu Hurairah mengatakan : “Dan para sahabat nabi saw berpendapat bahwa air sejuk, badan sehat termasuk anugrah Allah yang akan dipertanyakan pada hari Kiamat”.
Abdullah bin Umar mengembalikan baskom susu itu kepada mujahid dan berkata:”terimakasih saudaraku,engkau telah memerah susu terlalu banyak, lebih dari yang bisa diminum oleh dua orang, sayang kalau sisanya tidak kau minum”.Di terimanya baskom tersebut dan diletakkannya disebelahnya tanpa meminumnya.  Dengan kondisi cuaca yang begitu menyengat dan melelehkan, penggembala tidak meminum bagian yang aku sisakan kata Abdullah bin Umar. membuat aku penasaran, bertanyalah dia pada mujahid tersebut:”Kenapa anda tidak meminum sisa susu itu?”. Tidak ……. Saya tidak suka . Saya tidak mau , saya tidak bisa meminumnya. Kenapa saudaraku….., apa yang menyebabkan engkau berbuat demikian? Bukankah  hari demikian panasnya? Tidakkah engkau melihat bibir-bibir kami bagai akan pecah, dan peluhmu membasahi seluruh tubuhmu?.
Didesak demikian, Mujahid terpaksa harus berterus terang, dengan suara perlahan dia menjawab :”Saya sedang berpuasa”. Apa?, engkau sedang puasa….?. “ya,saya sedang puasa”. Abdullah bin Umar semakin heran , puasa apa si penggembala ini di dalam cuaca yang panas, bukan di bulan puasa, bukan pula di bulan-bulan dimana puasa itu terpuji dilakukan, dan bukan juga pada hari-hari yang disunatkan untuk berpuasa. Begitu gencarnya Abdullah bin Umar mengajukan pertanyaan tentang puasa penggembala tersebut, baik dihubungkan dengan syar’I, nazar dll, semua dijawab tidak (tidak ada hubungan dengan puasa beliau). Akhirnya penggembala itu pun menjawab dengan penuh keheranan:”Saya betul-betul heran, mengapa seorang muslim yang berakal sehat seperti engkau mengajukan pertanyaaan-pertanyaan semacam itu?,bukankah engkau seorang mukmin dan beriman pada hari kemudian? Abdullah terperangah , sedikitpun dia tidak menduga akan keluar pertanyaan seperti itu dari penggembala yang hendak diujinya ini. Semakin penasaran beliau, “ Ya, benar…..tapi apa hubungan keimananku dengan puasamu, padahal sekarang bukan bulan Ramadhan, dan Allah tidak mewajibkan engkau berpuasa di hari yang panas ini?.Dengan suara yang penuh takut pada hari Kiamat penggembala miskin itu menjawab: “Saudaraku, sesungguhnya saya berpuasa di hari yang sedemikian panasnya ini karena mau melindungi diri dari teriknya panas di hari Kiamat nanti!!
Abdullah bin Umar tak dapat menyembunyikan rasa hormat dan kagumnya kepada lelaki dihadapannya itu.Berulang kali di dalam hati dia mengulangi kata-kata penggembala itu “sesungguhnya saya berpuasa di hari yang sedemikian panasnya ini karena mau melindungi diri dari teriknya panas di hari Kiamat nanti”. Hatinya terus berkata :” Ya Allah, alangkah dasyatnya panas pada hari itu, di hari semua makhluk dikumpulkan dalam keadaan telanjang , lapar, dahaga, tidak berkhitan, masing-masing merasakan hukuman dosa yang pernah dilakukannya, seperti yang pernah di khabarkan junjunganku Saw. : “Wahai manusia, kelak kalian akan dikumpulkan Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, tidak berkhitan: ‘Seperti kami menciptakannya , Kami mengulanginya kembali, suatu janji pada diri Kami, sesungguhnya benar-benar akan Kami tepati “ (HR. Bukhari-Muslim). 
Nampaknya Abdullah bin Umar masih belum yakin dengan keimanan penggembala ini,  maka teringatlah Abdullah akan nasehat yang pernah disampaikan ayahnya  Amirul Mukmin saat khotbah di atas mimbar: ”Janganlah kalian tertipu dengan puasa dan shalatnya seseorang, akan tetapi telitilah dan perhatikan dengan lebih dalam lagi tentang beberapa hal ini; jika dia berbicara selalu jujur, kalau dipercaya tidak khianat, dan jika melakukan pelanggaran, sangat takut kepada Allah”. (Abqariyatu Umar,oleh Al-Aqqad hal.85). Inilah yang sedang kita hadapi, kita belum bisa mengetahui kebenaran Islamnya penggembala ini, kecuali dengan cara mengujinya”.Sedang asyik berdiskusi dengan sahabatnya Abdurrahman tiba-tiba keduanya mendengar langkah kaki sipenggembala.Dia kembali karena hendak menemani kedua tamunya, setelah pekerjaannya selesai. Tibalah saatnya aku mengujinya dan ingin tahu apa yang mendorongnya untuk berpuasa di hari yang sangat panas dan di musim kemarau kering ini, kalau islamlah yang mendorongnya puasa, niscaya dia akan dapat mencegah hawa nafsunya  dari perbuatan haram yang lain, meski hanya sebesar atom.
Si penggembala itu telah berdiri di depan kedua tamunya, dengan senyum yang tulus, dan muka cerah-ceria dia berulang-ulang berkata: “Ya, marhaban bidhuyuf, betapa senangnya saya dengan kedatangan tuan-tuan.Terimalah kain ini dan letakkanlah sebagai alas tempat duduk, mudah-mudahan dia dapat membuat tuan-tuan lebih enak duduk di dalam cuaca yang sangat panas dan gersang ini”.
Abdullah bin Umar menyambut kain itu sambil berkata:”Terimakasih banyak saudaraku, sungguh kami berdua telah mereporkanmu. Tetapi sebetulnya kami sangat lapar, sudah tiga hari di dalam perjalanan kami tidak mencicipi makanan sedikitpun, sehingga kami betul-betul  lapar, dan rasanya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan kami”.
Pengembala itu tampak gelisah. Dia melihat kekanan dan kekiri, tapi dia tak mempunyai makanan apapun untuk disuguhkan pada kedua tamunya yang  sedang kelaparan. Keringgatnya semakin mengucur deras, dan dia meremas-remas tangannya kebingungan,mukanya tampak pucat dan tidak bercahaya, dia tidak dapat menjawab, meski jawabannya sudah terkumpul di dalalm hatinya:”Aku tidak memiliki apapun yang bisa di suguhkan kepada kalian berdua. Ya Allah…. Andai saja aku membawa bekal, atau aku mempunyai makanan yang aku simpan,niscaya aku berikan pada kalian, meskipun aku harus menderita lapar”.Kata-kata yang sudah terkumpul itu tak sanggup diucapkannya.Di hanya menunduk dan tampak sedih.
Abdullah tidak puas melihat sikap lelaki penggembala yang tetap membisu itu. Didepan mereka terlihat kambing yang sedang berkeliaran maka beliaupun berkata:”Tolong kau potongkan untuk kami seekor kambing, kemudian dibakar  untuk makanan kami”. Mendengar ucapan tersebut semakin pucat, gelisah, dan gemetaran bibir si badui itu,sebab kambing-kambing itu bukan milik beliau dan dia tidak punya keberanian untuk memotong kambing itu.Semua kambing ini milik majikanku dan aku adalah budak dimana sewaktu-waktu bisa di perjual belikan.
Abdullah tahu, mujahid tersebut sedang galau, gelisah dan gemetaran, saat itu Abdullah berkata lagi:”Hanya seekor kambing saja, saudaraku yang akan kami makan bersama-sama….”. Rupanya penggembala itu masih belum bisa menjawab, lalu diberinya saran:”Kalau kamu tak keberatan aku siap membatumu !”. Disini batinnya  berperang antara menjelaskan rahasia ini atau menyimpannya saja.  Dan petunjukpun  datang , lalu dia jelaskan dengan harapan tamunya mengerti. Dengan terbata-bata dia berkata:”Kambing-kambing itu buka milik saya, sesungguhnya saya ini hanyalah seorang budak, saya dan kambing-kambing itu adalah milik tuan saya. Majikanku berpesan hanya boleh memberikan air susu kambingnya kepada musafir, akan tetapi dia belum member izin kepada saya untuk memotong kambing.......”
Rupanya ujian belum selesai , Abdullah masih menguji lagi dengan Pertanyaan:”Dimanakah tempat tinggalmu dan tempat tinggal majikan itu”. Terperanjat Mujahid mendengar pertanya tesebut, lalu dengan lemah lembut dijawab :”Dia tinggal jauh dari tempatku, kira-kira menempuh perjalanan tiga malam”. Mendengar jawaban penggembala itu, Abdullah terus mencoba menggoyahkan imannya, nah…..selama majikanmu jauh dari tempatmu ini, beliau tidak akan dapat melihat apa yang akan kau kerjakan ; ayolah kau potong kambing itu seekor saja, aku akan membayarnya dengan harga yang tinggi.   
Mujahid dengan hati yang polos dan bersih, yang tidak mengenal kejahatan namun tetap istiqamah dalam kebaikan itu bertanya:”Bagaimana kalau majikanku tidak mau menerima harga itu?.” Abdullah menjawab:”kenapa harus diberi tahu kepada majikanmu?.”  Lalu…untuk apa harga yang tuan tawarkan tadi…?” Engkau terima uang itu, dan kau boleh ambil semuanya..! Penggembala itu semakin pucat. Lalu dengan heran dia bertanya:”Bagaimana dengan majikan saya , dan kambingnya, apa yang harus saya katakan padanya…?  Katakan saja kambing-kambing itu dimakan serigala. Kau akan mendapatkan uangnya dariku.” Mendengar saran tersebut lelaki itu semakin emosi dan darahnya semakin mendidih ketika membayangkan kebatilan yang dibawa dan dianjurkan oleh tamunya. Dengan berapi-api dia berkata:”Apa yang tuan maksud…?” Apakah saya harus memotong kambing, kemudian mengambil uang haram itu, dan saya laporkan kepada majikan saya bahwa kambing itu dimakan serigala…? Dadanya nampak turun naik menahan emosi yang meluap. Abdullah menjawab dengan tenang:”Dan saya  tidak akan memberi tahukankan  majikanmu!”. 
Mendengar jawaban Abdullah bin Umar yang demikian tenang, dan seolah-olah tidak merasa bersalah itu, meledaklah amarah Mujahid, keringatnya semakin deras mengalir, tangannya gemetaran, bibir ikut bergetar, dan seluruh badannya ikut bergetar karena takutnya membayangkan murka Allah, berlinang air matanya waktu berkata : Apakah  kau bisa menyembunyikan sesuatu dari Yang Maha Alim dan Khabir, yang (mendengarkan langkah semut hitam di gelap gulita malam di atas batu pualam…?”.Dapatkah engkau mencegah agar berita itu tidak sampai kepada zat yang melihat kita dimalam pekat?”. Yang melihatmu ketika engkau berdiri (sholat) , dan ketika engkau menggerakan badanmu diantara orang-orang yang sujud”.  (QS. As-syu’raa : 218 – 219).   Apakah  kau mampu menyembunyikan masalah itu dari dzat  “Yang mengetahui pandangan mata khianat dan apa yang tersembunyi didalam hati”  (Qs. Al-Mukmin : 19).
Bersambung pada tulisan ke-2  .........

Read More...

Kamis, 08 Desember 2011

RENUNGAN HIKMAH (2)


Jenis amal itu bermacam-macam, lantaran bermacam-macamnya juga keadaan yang datang ke dalam hati.
Penjelasan :
Orang yang bersungguh-sungguh berkeinginan hendak meningkatkan atau menyempurnakan diri hingga bisa mencapai maqam ihsan atau mendapatkan makrifat Allah, tentu rajin beramal dan beribadah. Dalam melakukan amal atau ibadah , masing-masing orang mempunyai pilihannya sendiri-sendiri. Ada orang yang senang meningkatkan amal atau ibadah membaca Al quran, ada yang lebih suka memperbanyak shalat, ada yang senang mengajar, bersedekah, membaca shalawat, silaturahmi dsbnya.
Intinya ialah bila seseorang bersungguh-sungguh melakukan mujahadah (memerangi  nafsu) demi melaksanakan perintah Allah, biasanya lalu ada warid (nur yang datang ke hatinya) dari Allah, baik orang itu menyadari atau tidak. Warid ini menimbulkan keadaan hati yang bermacam-macam: 
  • ada yang merasakan keresahan dan sangat takut kepada Allah
  • ada yang merasakan rasa cinta kepada Allah
  • ada yang merasakan belas kasih kepada semua makluk Allah
  • ada yang merasakan timbulnya luapan gairah tehadap janji Allah
  • dsbnya.
Keadaan hati semacam ini yang lantas melahirkan amal-amal yang berbeda satu sama lain, sebagai mana disebut di atas. 
Marilah kita pelihara kebiasaan kebiasan baik yang telah kita lakukan  dalam beribadah pada Allah Swt agar semakin bercahaya hati sanubari kita. Amin.
Disarikan dari:  Al Hikam, SYEIKH ATHAILLAH AS-SAKANDARI
Read More...